Jakarta – Wacana penambahan bandara internasional di Indonesia kembali mencuat, memicu perdebatan mengenai efektivitasnya dalam meningkatkan perekonomian, khususnya dari sektor pariwisata. Meskipun Indonesia memiliki sejumlah bandara internasional, kontribusinya dalam menarik wisatawan mancanegara dinilai belum optimal.
Presiden terpilih, Prabowo Subianto, sebelumnya memberikan arahan untuk memperbanyak pembangunan bandara internasional guna mendorong konektivitas dan pertumbuhan ekonomi lokal melalui pariwisata. Namun, wacana ini menuai tanggapan beragam dari para pengamat penerbangan.
Data menunjukkan adanya disparitas antara jumlah penumpang penerbangan internasional dengan jumlah wisatawan asing yang masuk ke Indonesia. Pada tahun 2024, tercatat 9,8 juta wisatawan asing tiba melalui jalur udara, sementara jumlah penumpang penerbangan internasional mencapai 36 juta orang. Selisih yang signifikan ini mengindikasikan bahwa sebagian besar penumpang internasional adalah warga Indonesia yang bepergian ke luar negeri.
"Banyaknya warga Indonesia yang melancong ke luar negeri justru berpotensi mengalihkan devisa negara," ujar seorang pengamat penerbangan.
Pengamat lainnya menambahkan bahwa promosi pariwisata yang kurang maksimal menjadi salah satu penyebab kurang optimalnya kinerja bandara internasional dalam menarik wisatawan asing. Dengan demikian, penambahan bandara internasional belum tentu berkontribusi signifikan terhadap pergerakan ekonomi di sektor pariwisata.
Kementerian Perhubungan menyatakan perlunya kajian mendalam terkait rencana penambahan bandara internasional ini. Kebijakan ini kontras dengan langkah sebelumnya di mana jumlah bandara internasional justru dipangkas menjadi 17 dari 34 karena dianggap tidak efisien secara operasional.
Keputusan pengurangan tersebut didasari fakta bahwa banyak bandara internasional yang hanya melayani penerbangan ke satu atau dua negara saja. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi komprehensif untuk memastikan penambahan bandara internasional benar-benar dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian dan sektor pariwisata Indonesia.