IHSG Sentuh Zona Hijau, Sektor Energi dan Utilitas Jadi Penopang Utama

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan hari Rabu, 27 Agustus 2025, di wilayah positif. IHSG mengalami kenaikan sebesar 0,38% atau bertambah 30 poin, mencapai level 7.936,17.

Level penutupan ini hanya terpaut tipis, sekitar 7 poin, dari rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) IHSG yang tercatat pada tanggal 20 Agustus 2025 di level 7.943,82.

Pada perdagangan hari ini, terdapat 335 saham yang mengalami kenaikan harga, sementara 327 saham mengalami penurunan, dan 142 saham stagnan. Total nilai transaksi mencapai Rp 20,21 triliun, dengan volume perdagangan sebanyak 40,69 miliar saham yang berpindah tangan dalam 2,30 juta transaksi.

Saham-saham dengan nilai transaksi tertinggi hari ini meliputi WIFI (Rp 1,05 triliun), BBCA (Rp 927 miliar), BREN (Rp 729 miliar), TOBA (Rp 645 miliar), dan ADRO (Rp 583 miliar).

Secara sektoral, mayoritas sektor perdagangan bergerak positif, dengan sektor utilitas dan energi mencatat penguatan terbesar. Sementara itu, sektor konsumer primer, finansial, dan konsumer non primer mengalami pelemahan yang signifikan.

Saham-saham dari kelompok konglomerat tercatat sebagai pendorong utama kinerja IHSG hari ini.

Emiten energi terbarukan milik Prajogo Pangestu, Barito Renewables Energy (BREN), memberikan kontribusi terbesar terhadap kenaikan IHSG, yakni sebesar 32,22 poin indeks. Selain itu, emiten batu bara Grup Sinar Mas (DSSA), emiten holding bisnis Prajogo (BRPT), dan perusahaan tambang emas kongsi Saratoga dan Boy Thohir (MDKA) juga turut menjadi penopang utama IHSG.

Pasar keuangan hari ini menghadapi sejumlah tantangan. Setelah mengalami euforia akibat rebalancing MSCI, investor kini menantikan katalis baru untuk mendorong kinerja saham di Indonesia. Dari pasar mata uang, penguatan indeks dolar juga menjadi tantangan karena berpotensi menyebabkan pelemahan nilai tukar rupiah.

Pada hari sebelumnya, Selasa, 27 Agustus 2025, pasar saham Indonesia mencatat volume dan nilai transaksi yang luar biasa besar di tengah periode cut off date rebalancing MSCI edisi Agustus 2025.

Volume transaksi mencapai 56,64 miliar saham, yang merupakan rekor tertinggi tahun ini. Investor asing juga mencatatkan pembelian bersih (net buy) yang sangat besar, yaitu Rp 2,3 triliun, tertinggi sejak 14 Mei 2028. Transaksi saham menembus Rp 45,8 triliun, yang juga merupakan rekor tertinggi tahun ini.

Meskipun transaksi sangat besar, IHSG tetap ditutup negatif pada hari Selasa. Risiko serupa berpotensi terulang pada hari ini, seiring dengan pemberlakuan efektif rebalancing MSCI. Dengan telah efektifnya rebalancing, gairah pasar diperkirakan akan menurun, sehingga IHSG berpotensi tertekan.

Scroll to Top