UNICEF Turun Tangan Selidiki KLB Campak di Sumenep: Upaya Lindungi Hak Anak

UNICEF, badan PBB yang fokus pada perlindungan anak, bergerak cepat membantu pemerintah dalam menyelidiki penyebab Kejadian Luar Biasa (KLB) campak yang melanda Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Tindakan ini diambil mengingat campak merupakan penyakit menular global yang berpotensi mematikan, terutama bagi anak-anak dengan gizi buruk atau keterbatasan akses layanan kesehatan.

Perwakilan UNICEF Pulau Jawa menekankan bahwa vaksinasi adalah kunci untuk mencegah penyebaran penyakit berbahaya ini. Ia menegaskan, imunisasi bukan hanya tentang akses, tetapi juga keadilan. Setiap anak, tanpa memandang status sosial ekonomi, berhak mendapatkan perlindungan dari penyakit yang dapat dicegah. UNICEF menganggap kelalaian dalam memberikan imunisasi sebagai pelanggaran hak anak.

Di tengah tantangan seperti hoaks, penolakan vaksin, dan distribusi yang tidak merata, peran pemimpin daerah dan tokoh masyarakat sangat penting dalam mengingatkan bahwa setiap dosis vaksin merupakan investasi masa depan anak-anak. Akses layanan kesehatan yang mudah seharusnya membuat kasus luar biasa seperti di Sumenep tidak terjadi. Oleh karena itu, UNICEF hadir untuk meneliti akar permasalahan KLB ini agar kejadian serupa tidak terulang.

Kementerian Kesehatan mengungkapkan bahwa sebagian besar kasus kematian akibat campak di Sumenep dialami oleh mereka yang tidak memiliki riwayat imunisasi, terutama balita. Tingkat imunisasi campak di Sumenep juga tergolong rendah. Beberapa alasan orang tua enggan memberikan vaksinasi kepada anak antara lain faktor agama dan kekhawatiran efek samping.

UNICEF siap membantu mengatasi masalah tersebut jika memang dugaan itu menjadi penyebab meluasnya campak. Kabupaten Sumenep tercatat sebagai wilayah dengan angka kasus campak tertinggi di Pulau Madura, yaitu 2.035 kasus dengan 17 kematian. Selain Sumenep, kasus campak juga menyerang tiga kabupaten lain di Madura: Pamekasan (261 kasus), Sampang (413 kasus), dan Bangkalan (548 kasus).

Scroll to Top