Investor Asing Lepas Saham, WIFI Tertekan, IHSG Cetak Rekor Tertinggi

Aktivitas jual bersih (net sell) kembali mewarnai perdagangan saham oleh investor asing pada hari Kamis, 28 Agustus 2025. Meskipun nilai pembelian mencapai Rp 4,99 triliun, penjualan asing tercatat lebih tinggi, yakni Rp 5,27 triliun, menghasilkan net foreign sell sebesar Rp 278,6 miliar.

Saham emiten milik Hashim Djojohadikusumo, Solusi Sinergi Digital (WIFI), menjadi target utama penjualan asing dengan nilai mencapai Rp 195,3 miliar. Akibatnya, harga saham WIFI merosot 5,57% ke level 2.880.

Selain WIFI, saham-saham perusahaan besar lainnya juga tak luput dari aksi jual asing. Amman Mineral (AMMN), yang terafiliasi dengan grup Salim, mencatatkan net foreign sell sebesar Rp 111 miliar, sementara Barito Renewables Energy (BREN) milik Prajogo Pangestu mencatatkan Rp 54,8 miliar.

Berikut adalah daftar 10 saham dengan net foreign sell terbesar pada perdagangan kemarin:

  1. PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI): Rp 195,3 miliar
  2. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk: Rp 125,6 miliar
  3. PT Amman Mineral International Tbk (AMMN): Rp 111 miliar
  4. PT Alamtri Resources Indonesia (ADRO): Rp 75 miliar
  5. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN): Rp 54,8 miliar
  6. PT United Tractor Tbk (UNTR): Rp 51,5 miliar
  7. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM): Rp 39 miliar
  8. PT WIR Asia Tbk (WIRG): Rp 35,2 miliar
  9. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA): Rp 33 miliar
  10. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA): Rp 27,7 miliar

Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang sejarah. Meskipun sempat menembus angka 8.000 di sesi pertama, indeks ditutup menguat 0,20% atau naik 15,9 poin ke level 7.952,09.

Pencapaian ini melampaui rekor sebelumnya yang tercatat pada hari Rabu, 20 Agustus 2025. IHSG juga sempat mencatatkan rekor intraday tertinggi, menyentuh angka 8.022,76 di sesi pertama perdagangan.

Secara keseluruhan, terdapat 377 saham yang mengalami kenaikan, 288 saham turun, dan 140 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp 16,63 triliun dengan volume 44,48 miliar saham yang berpindah tangan dalam 2,08 juta transaksi.

Sektor teknologi memimpin penguatan dengan kenaikan 2,55%, diikuti oleh sektor kesehatan, konsumer, dan energi yang masing-masing naik 1,53%, 1,39%, dan 0,67%.

Scroll to Top