Armada Ukraina Kehilangan Kapal Perang Simferopol Akibat Serangan Drone Laut Rusia

KYIV – Angkatan Laut Ukraina mengalami kerugian signifikan setelah kapal perangnya, Simferopol, ditenggelamkan oleh serangan drone laut Rusia di wilayah delta Danube, Kamis lalu. Moskow mengklaim kapal tersebut merupakan kapal pengintai.

Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan bahwa kapal Simferopol, yang beroperasi di delta Danube, Wilayah Odessa, Ukraina, berhasil dilumpuhkan dalam serangan tersebut. "Akibat serangan tersebut, kapal Ukraina tenggelam," demikian pernyataan kementerian.

Peristiwa ini menandai keberhasilan pertama penggunaan kendaraan nirawak laut (drone) untuk melumpuhkan kapal Angkatan Laut Ukraina.

Juru bicara Angkatan Laut Ukraina, Dmytro Pletenchuk, membenarkan serangan terhadap kapal Simferopol. "Kami mengonfirmasi fakta serangan terhadap kapal tersebut. Proses pemulihan akibat serangan masih berlangsung. Sebagian besar awak kapal selamat. Pencarian beberapa pelaut masih berlangsung. Sayangnya, satu awak kapal tewas dan beberapa lainnya luka-luka," jelasnya.

Simferopol adalah kapal pengintai menengah kelas Laguna, kapal intelijen radio-elektronik yang didasarkan pada desain kapal pukat 502EM. Kapal ini diluncurkan pada 23 April 2019, dan mulai bertugas di Angkatan Laut Ukraina pada tahun 2021. Perannya meliputi pemantauan komunikasi, pelacakan sinyal elektronik, dan dukungan operasi pengintaian maritim di Laut Hitam.

Sebelumnya, pada Desember 2024, kapal ini sempat terkena rudal Iskander Rusia, namun berhasil bertahan dan berlayar meskipun mengalami kerusakan parah.

Serangan terhadap Simferopol terjadi di tengah peningkatan upaya Rusia untuk mengganggu operasi Angkatan Laut dan kemampuan pengintaian Ukraina. Drone laut menawarkan opsi yang relatif terjangkau bagi Rusia untuk melancarkan serangan terarah, sekaligus meminimalkan risiko terhadap kapal perang berawak.

Menurut WarGonzo, sebuah kanal independen di Telegram, Simferopol adalah kapal terbesar yang diluncurkan Kyiv sejak peristiwa tahun 2014. "Simferopol dapat dianggap sebagai representasi kekuatan Angkatan Laut Ukraina," tulis kanal tersebut.

Dalam beberapa bulan terakhir, Rusia telah mempercepat produksi drone laut, serta sistem nirawak lainnya, yang semakin mendominasi peperangan Rusia-Ukraina.

Selain itu, Rusia juga menyerang fasilitas drone besar di Kyiv dengan dua serangan rudal pada Rabu malam. Politisi Ukraina Igor Zinkevich mengungkapkan bahwa fasilitas tersebut sedang melatih personel dan bersiap untuk memproduksi drone Bayraktar Turki. "Sebagian besar fasilitas hampir siap, staf utama telah menyelesaikan pelatihan," tambahnya.

Scroll to Top