Liga Champions musim ini kembali menyajikan duel klasik antara Real Madrid dan Manchester City. Undian fase liga (league phase) yang digelar di Monako menempatkan kedua tim dalam satu grup, melanjutkan tradisi pertemuan mereka dalam enam musim terakhir.
Hasil undian menempatkan Madrid dalam tantangan berat menghadapi lawan-lawan tangguh seperti Juventus, Marseille, Monaco, Liverpool, Benfica, dan Kairat. Sorotan utama tentu tertuju pada Manchester City, yang seolah menjadi rival abadi Los Blancos di kompetisi elit Eropa ini.
Pertemuan musim ini menandai yang keenam secara beruntun bagi kedua tim. Menariknya, lima pertemuan sebelumnya selalu terjadi di fase gugur. Kali ini, untuk pertama kalinya sejak musim 2012/2013, Madrid dan City harus saling sikut sejak fase awal.
Secara keseluruhan, Madrid dan City telah bertarung sebanyak 19 kali di Liga Champions. Madrid mencatatkan lima kemenangan, lima hasil imbang, sementara City unggul tipis dengan sembilan kemenangan. Catatan ini mengindikasikan duel sengit dan ketat akan kembali tersaji musim ini.
Direktur Real Madrid, Emilio Butragueno, mengakui bahwa pertandingan melawan City selalu menjadi ujian berat bagi timnya. Ia menempatkan The Citizens sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Eropa. Selain City, Liverpool juga dianggap sebagai ancaman signifikan di fase liga.
Butragueno menekankan bahwa Madrid harus menampilkan performa terbaiknya untuk menaklukkan dua raksasa Inggris tersebut. "Pertandingan ini akan menjadi tontonan menarik bagi para penggemar, karena menampilkan beberapa tim terbaik di dunia. Ini akan sangat sulit, dan kami harus bermain di level tertinggi untuk mengalahkan mereka," ujarnya.