Patriot Bond: Obligasi Baru Incar Konglomerat untuk Proyek Energi Terbarukan

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) meluncurkan obligasi bernama Patriot Bond dengan target dana mencapai Rp 50 triliun. Surat utang ini ditawarkan khusus kepada para konglomerat di Indonesia. Dana yang terkumpul akan dialokasikan untuk proyek konversi sampah menjadi energi.

Obligasi Patriot Bond hadir dalam dua pilihan tenor, yaitu lima dan tujuh tahun, masing-masing menawarkan imbal hasil sebesar 2%. Para pemilik bisnis besar di Indonesia, termasuk perwakilan dari Grup Salim dan keluarga Sjamsul Nursalim, telah diundang untuk mendapatkan penjelasan detail mengenai obligasi ini. Sejumlah pengusaha dikabarkan tertarik untuk berinvestasi dengan nilai antara Rp 2 triliun hingga Rp 3 triliun.

Menurut Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, Patriot Bond adalah instrumen pembiayaan yang umum digunakan di negara lain, seperti Jepang dan Amerika Serikat. Penerbitan obligasi ini bertujuan untuk memperkuat kemandirian pendanaan nasional. Obligasi ini memberikan sumber pendanaan jangka menengah-panjang yang stabil bagi negara, sekaligus menyediakan instrumen investasi yang aman dan bermanfaat bagi perekonomian nasional bagi para investor.

Amerika Serikat sendiri pernah menerbitkan Patriot Bond pada tahun 2001 dan 2011, yang pada dasarnya adalah obligasi Seri EE yang bertujuan untuk membantu membiayai upaya pemulihan dan pertahanan negara pasca serangan.

Patriot Bond vs Obligasi Pemerintah: Apa Bedanya?

Imbal hasil 2% yang ditawarkan Patriot Bond berada di bawah rata-rata pasar obligasi di Indonesia. Sebagai perbandingan, imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia dengan tenor lima dan tujuh tahun saat ini berada di kisaran 5,9% dan 6,16%.

Pemerintah Indonesia juga menawarkan berbagai instrumen investasi yang dijamin oleh negara, seperti Obligasi Negara Ritel (ORI) dan Savings Bond Ritel (SBR). Pembayaran kupon (imbal hasil) dan pokok ORI serta SBR dijamin penuh oleh negara, sesuai dengan Undang-Undang tentang Surat Utang Negara.

Dengan jaminan negara, ORI dan SBR memiliki risiko gagal bayar yang sangat rendah, menjadikannya investasi yang ideal bagi investor yang mengutamakan keamanan dana. Contohnya, seri ORI025T3 menawarkan kupon 6,25% dan ORI025T6 menawarkan kupon 6,4%. Kupon ORI bersifat fixed rate (tetap hingga jatuh tempo). Sementara itu, seri SBR, seperti SBR013T2 menawarkan kupon 6,45% dan SBR013T4 menawarkan kupon 6,60%.

Scroll to Top