Dinosaurus Punk Rock Ditemukan di Maroko: Spicomellus afer, Fosil Ankylosaurus Tertua dengan Duri Leher Satu Meter!

Para ilmuwan baru saja mengungkap penemuan spektakuler: spesies dinosaurus yang benar-benar unik dan belum pernah ada sebelumnya. Dinosaurus ini, yang dijuluki "punk rock" karena penampilannya yang mencolok, memiliki duri sepanjang satu meter yang menjulang dari lehernya!

Spicomellus afer: Spesies Aneh dengan Duri yang Mencolok

Dinosaurus ini, yang secara resmi dinamai Spicomellus afer, menonjol karena duri sepanjang satu meter yang menempel langsung di lehernya. Fitur ini menjadikannya salah satu dinosaurus paling aneh dan luar biasa yang pernah didokumentasikan.

Fosil Ankylosaurus Tertua di Dunia, Ditemukan di Afrika!

Fosil Spicomellus afer ditemukan di Maroko, dan diperkirakan hidup sekitar 165 juta tahun yang lalu. Penemuan ini sangat signifikan karena menantang teori evolusi dinosaurus lapis baja yang selama ini diyakini. Lebih lanjut, ini adalah penemuan ankylosaurus pertama yang pernah ditemukan di benua Afrika!

Lebih dari Sekadar Pertahanan: Fungsi Duri dan Zirah Spicomellus

Para ahli meyakini bahwa duri dan zirah yang dimiliki Spicomellus tidak hanya berfungsi sebagai alat pertahanan diri. Struktur unik ini kemungkinan besar juga digunakan untuk menarik perhatian lawan jenis dan menunjukkan dominasi dalam kelompoknya.

Penampilan Fisik Spicomellus afer

Berdasarkan fosil yang ditemukan, diperkirakan Spicomellus memiliki panjang sekitar empat meter dan tinggi satu meter, dengan berat mencapai dua ton. Meskipun kerangka yang ditemukan tidak lengkap, namun cukup untuk memberikan gambaran jelas tentang bentuk dan ciri fisik dinosaurus ini.

Implikasi Penemuan

Penemuan Spicomellus afer membuka lembaran baru dalam studi paleontologi. Penemuan ini menegaskan pentingnya eksplorasi fosil di wilayah-wilayah yang belum banyak diteliti sebelumnya, serta memberikan wawasan baru tentang evolusi dinosaurus berzirah. Struktur pelindung pada ankylosaurus mungkin berevolusi dari struktur visual sebelum menjadi alat pertahanan yang lebih praktis di era Kapur. Penemuan ini ditemukan oleh seorang petani lokal di Pegunungan Atlas.

Scroll to Top