Mantan Menko Polhukam, Mahfud MD, memberikan tanggapannya terkait insiden tragis yang menimpa seorang pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan, yang meninggal dunia setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat pengamanan demonstrasi. Melalui unggahan di media sosialnya, Mahfud menyerukan kepada semua pihak untuk tetap tenang dan melihat peristiwa ini dengan jernih.
Mahfud menekankan bahwa masyarakat yang menyuarakan aspirasi tidak dapat disalahkan atau ditindak represif. Menurutnya, mereka hanya menggunakan haknya dalam menyampaikan tuntutan keadilan. Namun, ia juga menaruh simpati kepada aparat yang bertugas mengamankan demonstrasi. Dalam pandangannya, personel yang berada di lapangan seringkali menghadapi dilema yang sulit.
"Aparat yang mengoperasikan kendaraan taktis di lapangan juga patut dikasihani. Mereka mungkin panik karena situasi yang terjepit. Jika tidak tegas, mereka disalahkan atasan. Namun, jika bertindak terlalu keras, mereka berhadapan langsung dengan massa," ujar Mahfud.
Lebih lanjut, Mahfud justru menyoroti peran para pejabat korup sebagai penyebab utama kekacauan yang terjadi. Ia menilai bahwa praktik politik dan ekonomi yang serakah menjadi akar permasalahan. "Yang salah adalah para pejabat korup yang menjalankan politik dan ekonomi dengan serakah. Itu adalah sumber masalahnya. Jangan benturkan aparat di lapangan dengan rakyat yang menuntut dan menggunakan hak konstitusionalnya," tegasnya.
Di akhir pesannya, Mahfud mengingatkan semua pihak untuk tetap tenang dan menjaga kesehatan. Ia menyarankan untuk berolahraga sebagai cara untuk menenangkan diri dan menjaga pikiran tetap jernih.
Seperti yang diketahui, Affan Kurniawan meninggal dunia setelah terlindas rantis Brimob saat pengamanan demonstrasi. Kapolda Metro Jaya telah menemui keluarga korban dan menyampaikan permohonan maaf. Pihak kepolisian juga berjanji akan mengusut tuntas kasus ini secara transparan dan memberikan sanksi tegas kepada pelaku yang terlibat.