Dehidrasi Picu Stres dan Tingkatkan Risiko Penyakit Serius, Ini Penjelasannya!

Kekurangan cairan atau dehidrasi ternyata bisa menjadi pemicu stres yang lebih besar dari yang kita kira. Bahkan, para ahli memperingatkan bahwa kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko masalah kesehatan yang serius. Kok bisa?

Sebuah studi menarik mengungkap bahwa kurang minum air dapat memicu peningkatan kadar hormon stres kortisol dalam tubuh. Hormon ini, jika terlalu tinggi, berkaitan erat dengan berbagai penyakit kronis yang berbahaya.

Penelitian melibatkan puluhan sukarelawan yang dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok hanya mengonsumsi sedikit air, sementara kelompok lainnya minum sesuai anjuran. Untuk menguji respons stres mereka, para peserta dihadapkan pada simulasi situasi menegangkan, seperti wawancara kerja mendadak dan soal aritmatika yang sulit. Setelah itu, air liur mereka dianalisis untuk mengukur kadar kortisol.

Hasilnya sangat signifikan. Kelompok yang kurang minum air menunjukkan lonjakan kadar kortisol yang jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok yang cukup terhidrasi. Ini membuktikan bahwa dehidrasi, meski ringan, dapat memperkuat respons stres tubuh.

Meskipun kedua kelompok merasakan tingkat kecemasan yang sama dan peningkatan detak jantung yang serupa, kelompok yang dehidrasi menunjukkan respons kortisol yang jauh lebih tinggi. Kortisol sendiri adalah hormon stres utama tubuh, dan respons kortisol yang berlebihan terhadap stres dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, diabetes, dan depresi.

Ironisnya, kelompok yang kurang minum air tidak merasa lebih haus dibandingkan kelompok yang cukup minum. Ini mengindikasikan bahwa tubuh mungkin tidak selalu memberikan sinyal rasa haus yang jelas, bahkan saat sudah mengalami dehidrasi ringan.

Lantas, berapa banyak air yang sebaiknya kita minum? Para ahli kesehatan menyarankan orang dewasa untuk mengonsumsi sekitar enam hingga delapan gelas cairan sehari, atau sekitar 1,5 hingga 2 liter. Namun, kebutuhan ini bisa meningkat saat cuaca panas, aktivitas fisik tinggi, saat sakit, atau bagi ibu hamil dan menyusui.

Jadi, jangan remehkan pentingnya minum air yang cukup. Hidrasi yang baik bukan hanya untuk kesehatan fisik, tapi juga untuk menjaga keseimbangan mental dan emosional Anda.

Scroll to Top