Mark Zuckerberg Bikin Resah Warga Palo Alto, Ada Apa?

Mark Zuckerberg, sang pendiri Meta, ternyata memiliki 11 rumah di kawasan Crescent Park, Palo Alto, California. Nilai total properti ini mencapai lebih dari Rp 1,7 triliun. Keberadaan Zuckerberg di lingkungan tersebut justru menimbulkan keresahan bagi para tetangga.

Sebagian rumah dibiarkan kosong, padahal area tersebut dikenal kekurangan hunian. Rumah lainnya dialihfungsikan menjadi rumah tamu, kebun, lapangan pickleball, kolam renang, bahkan sekolah privat untuk anak-anaknya dan beberapa anak lain. Penggunaan rumah sebagai sekolah privat ini sebenarnya melanggar peraturan kota setempat.

Selain itu, pembangunan ruang bawah tanah seluas 650 meter persegi yang menyerupai bunker juga menambah daftar keluhan. Proyek renovasi yang berlangsung hampir delapan tahun tanpa henti ini menyebabkan kebisingan, penyumbatan jalan, dan tumpukan puing. Pengawasan ketat di sekitar properti Zuckerberg juga membuat tidak nyaman.

Seorang mantan anggota dewan kota bahkan merasa terkejut ketika dilarang meninjau lokasi proyek oleh petugas keamanan Zuckerberg.

Sebagai bentuk kompensasi atas proyek renovasi yang tak kunjung selesai, Zuckerberg memberikan bingkisan berupa headphone kedap suara, wine, dan donat kepada para tetangga. Namun, gestur ini tidak disambut baik. Para tetangga merasa keberadaan Zuckerberg telah menyebabkan gangguan terus-menerus selama bertahun-tahun.

Salah seorang pemilik rumah yang berbatasan langsung dengan properti Zuckerberg bahkan menyebut lingkungan mereka seolah "diduduki".

Meskipun pihak Zuckerberg belum memberikan tanggapan resmi, seorang perwakilan menyampaikan bahwa Mark Zuckerberg dan istrinya, Priscilla Chan, telah bertemu dengan para tetangga dan berusaha menanggapi kekhawatiran mereka.

Scroll to Top