Ahmad Sahroni Lengser dari Wakil Ketua Komisi III DPR: Rotasi Biasa atau Dampak Kontroversi?

Jakarta – Ahmad Sahroni, Anggota DPR dari Fraksi Nasdem, dipindahtugaskan dari posisinya sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR. Kabar ini dikonfirmasi oleh petinggi Partai Nasdem, yang menyebutnya sebagai "rotasi rutin" dan membantah adanya unsur pencopotan. Partai tersebut menegaskan bahwa langkah ini semata-mata bertujuan untuk penyegaran organisasi.

Spekulasi muncul terkait kaitan rotasi ini dengan komentar kontroversial Sahroni baru-baru ini. Namun, Partai Nasdem dengan tegas membantah hal tersebut, menyatakan bahwa rotasi ini adalah prosedur biasa.

Sebelumnya, Sahroni menuai kritik pedas atas tanggapannya terhadap desakan pembubaran DPR. Gelombang protes muncul akibat sorotan terhadap gaji dan tunjangan anggota DPR yang dianggap fantastis, mencapai Rp 230 juta, namun tidak sebanding dengan kinerja yang dihasilkan. Kenaikan tunjangan di tengah kesulitan ekonomi masyarakat juga menjadi pemicu kemarahan publik.

Menanggapi desakan pembubaran DPR, Sahroni menyebutnya sebagai "mental orang tolol sedunia". Pernyataan ini sontak memicu reaksi keras dari masyarakat.

Setelah menuai kecaman, Sahroni mengklarifikasi pernyataannya. Ia membantah bahwa ucapannya ditujukan untuk merendahkan masyarakat yang menyerukan pembubaran DPR. Menurutnya, "orang tolol sedunia" merujuk pada cara berpikir pihak-pihak yang menilai DPR bisa dibubarkan begitu saja. Ia menekankan bahwa kritikan terhadap DPR diperbolehkan, namun harus disampaikan dengan sopan santun.

Sahroni menjelaskan bahwa sasarannya adalah logika berpikir yang menganggap DPR bisa dibubarkan hanya karena isu gaji dan tunjangan. Ia berpendapat bahwa masyarakat perlu mendapatkan penjelasan detail dan teknis mengenai tunjangan-tunjangan tersebut.

Scroll to Top