Kericuhan di Otista: Polisi Diculik, Massa Bakar Ban Usai Ojol Tewas Terlindas Rantis

Jakarta – Situasi mencekam sempat mewarnai Jalan Otto Iskandardinata (Otista), Jakarta Timur, di mana seorang anggota Polisi Lalu Lintas (Polantas) menjadi korban penculikan dan penyanderaan oleh massa. Pemicu kericuhan ini diduga kuat karena kemarahan atas tewasnya seorang pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan, yang terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob.

"Inti dari aksi ini adalah bentuk solidaritas terhadap rekan ojol yang meninggal di sekitar DPR," ungkap Kapolsek Jatinegara, Kompol Samsono.

Massa yang terlibat bentrokan merupakan warga sekitar lokasi. Aksi diawali dengan pembakaran ban di tengah jalan.

"Awalnya mereka membakar ban, kemudian pihak kepolisian mencoba menertibkan. Namun, upaya ini justru berujung pada bentrokan karena massa merasa kecewa," jelas Samsono.

Setelah melalui proses negosiasi, massa akhirnya bersedia membubarkan diri.

"Kami memberikan jaminan bahwa kasus ini akan diproses oleh pimpinan Polri. Kami meminta mereka untuk mengawal dan memantau perkembangan kasusnya," lanjutnya.

"Tuntutan mereka hanya satu, yaitu pembebasan rekan mereka yang sempat diamankan. Setelah kami penuhi, massa bersedia membubarkan diri demi kepentingan masyarakat," imbuhnya.

Pada pukul 09.25 WIB, situasi berangsur kondusif dan arus lalu lintas di Jalan Otista kembali normal.

Tragedi bermula ketika Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online, tewas terlindas rantis Brimob pada Kamis (28/8) malam. Kejadian nahas itu terjadi saat rantis melintas dalam rangka pengamanan demonstrasi di Jakarta.

Selain korban tewas, kericuhan juga menyebabkan seorang anggota Polantas diculik dan disandera oleh massa.

"Mereka menculik salah satu anggota lalin," ujar Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Alfian Nurrizal. Anggota tersebut disandera oleh massa di tengah kericuhan yang meluas.

Scroll to Top