Ekonomi Indonesia Diprediksi Melambat di Kuartal III-2025

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2025 diperkirakan mengalami perlambatan dibandingkan dengan capaian kuartal II-2025 yang mencapai 5,12% secara tahunan.

Proyeksi menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2025 akan berada di kisaran 4,9%-5%. Penurunan ini disebabkan oleh hilangnya faktor musiman yang sebelumnya mendorong konsumsi rumah tangga, yang merupakan kontributor utama terhadap pertumbuhan ekonomi. Periode libur dan hari raya yang biasanya meningkatkan konsumsi tidak lagi menjadi pendorong utama pada kuartal ini.

Selain itu, ekspor juga diperkirakan akan mengalami tekanan akibat pemberlakuan tarif resiprokal oleh Amerika Serikat mulai Agustus 2025. Tarif perdagangan yang tinggi ini berpotensi melemahkan aktivitas perdagangan global, termasuk bagi Indonesia yang terkena tarif sebesar 19%.

Namun, ada faktor-faktor yang berpotensi menahan perlambatan pertumbuhan ekonomi. Percepatan realisasi belanja negara melalui APBN pada semester II-2025 diharapkan dapat menjadi stimulus bagi konsumsi rumah tangga dan investasi. Belanja pemerintah, termasuk bantuan sosial dan proyek infrastruktur, dapat mendorong permintaan domestik.

Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) menjadi 5% pada Agustus 2025 juga dianggap sebagai sinyal positif untuk mendukung konsumsi rumah tangga di masa depan. Meskipun transmisi kebijakan suku bunga membutuhkan waktu untuk mempengaruhi suku bunga kredit, penurunan BI rate dapat memberikan persepsi positif terhadap prospek perekonomian Indonesia.

Scroll to Top