NEW DELHI – Mimpi buruk bagi eksportir India menjadi kenyataan. Kebijakan tarif yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump menghantam keras sektor-sektor utama ekonomi India yang berbasis ekspor. Ancaman PHK massal menghantui ratusan ribu pekerja.
Anuj Gupta, pemasok aksesori garmen, merasakan langsung dampaknya. Bisnisnya lumpuh setelah AS mengenakan tarif 50% atas produknya sebagai balasan atas pembelian minyak Rusia oleh India. Gedung Putih menuding India mendanai perang Moskow di Ukraina.
Gupta mengungkapkan bahwa ketidakpastian ini menghambat pekerjaannya secara signifikan, dengan dampak besar yang dirasakan. Hingga 40% bisnisnya bergantung pada pasar AS. Kegagalan lima putaran perundingan membuat para eksportir khawatir pelanggan mereka akan beralih ke negara lain.
Ajay Sahai, CEO Federasi Organisasi Ekspor India (FIEO), berharap pemerintah India dapat memberikan dukungan, termasuk paket ekonomi. Pemerintah berjanji tidak akan ada PHK, tetapi hal ini sulit diwujudkan.
Sektor tekstil, permata, perhiasan, karpet, dan udang menjadi ekspor terbesar India ke AS dan diperkirakan paling terpukul. K Anand Kumar, pengelola perusahaan ekspor udang, menyatakan bisnisnya di ambang kebangkrutan karena lebih dari 90% kargo perusahaannya ditujukan ke pasar AS.
Kumar memperkirakan lebih dari 50% pekerja di sektor udang akan menanggung beban langsung tarif Trump. Banyak yang sudah melakukan PHK karena tidak mampu membayar gaji tanpa pesanan baru.
Asosiasi eksportir memperkirakan tarif ini dapat memengaruhi hampir 55% ekspor barang dagangan India ke AS senilai USD87 miliar. Negara-negara pesaing seperti Vietnam, Bangladesh, dan China dapat mengambil keuntungan dari situasi ini karena tarif yang lebih rendah.
Moody’s Ratings memperingatkan bahwa tarif Trump dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi India dan membatasi ambisi India untuk mengembangkan sektor manufakturnya.
Di Tiruppur, ‘Kota Dolar’ yang merupakan pusat industri ekspor garmen India, ketakutan juga melanda. V Elangovan, direktur pelaksana SNQS International Group, mengatakan sekitar 150.000 pekerja berpotensi kehilangan pekerjaan akibat tarif Trump di Tiruppur.
Perdana Menteri India Narendra Modi mengambil sikap tegas, menekankan pentingnya kemandirian ekonomi dan melindungi kepentingan petani India.
Namun, para pedagang khawatir mereka akan mengalami kerugian besar. Elangovan berpendapat bahwa tarif 50 persen praktis merupakan embargo terhadap barang-barang India.