Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus berupaya keras memperluas jangkauan internet gratis hingga ke pelosok desa. Inisiatif bernama Internet Desa ini merupakan bagian integral dari program unggulan Gratispol.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kaltim, H.M. Faisal, mengungkapkan bahwa lebih dari separuh desa di Kaltim sudah menikmati akses internet gratis. Hingga saat ini, 441 dari 841 desa telah terhubung ke jaringan internet, mencapai angka 52%.
"Target utama kami adalah mewujudkan konektivitas internet di seluruh desa Kalimantan Timur, dengan prioritas di kantor desa sebagai pusat layanan publik. Tahun ini, fokus kami adalah pemasangan satu titik internet di setiap desa, yang sepenuhnya didanai oleh pemerintah provinsi selama lima tahun ke depan, sejalan dengan masa jabatan Gubernur Kaltim," jelas Faisal.
Pemasangan internet di kantor desa diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh warga, tidak hanya selama jam kerja tetapi juga di sore dan malam hari melalui fasilitas WiFi gratis. Dengan demikian, masyarakat desa memiliki akses lebih luas ke informasi dan dapat mendukung berbagai kegiatan sehari-hari.
Dalam mewujudkan program ini, pemerintah bekerja sama dengan empat penyedia layanan (provider) utama, yaitu Telkom, Telkomsel, Icon+, dan Comtelindo. Secara teknis, prioritas utama adalah penggunaan kabel fiber optik (cable-on-tip) untuk menjamin kualitas dan kecepatan akses internet. Namun, untuk wilayah yang sulit dijangkau oleh kabel, teknologi nirkabel (wireless) dan satelit menjadi alternatif terakhir.
"Kami membangun jaringan internet dengan pendekatan berlapis, mulai dari kabel, nirkabel, hingga satelit. Tujuannya adalah agar tidak ada desa yang tertinggal, meskipun secara geografis sulit dijangkau," tegas Faisal.
Beberapa kabupaten telah mencatatkan kemajuan signifikan dalam pemasangan internet desa, di antaranya:
- Berau: 58 desa terpasang dari 100 desa
- Kutai Barat: 64 desa dari 190 desa
- Kutai Kartanegara: 117 desa dari 193 desa
- Kutai Timur: 85 desa dari 139 desa
- Mahakam Ulu: 4 desa dari 50 desa
- Paser: 90 desa dari 139 desa
- Penajam Paser Utara: 23 desa dari 30 desa
Meskipun masih ada tantangan dalam menjangkau seluruh desa, Faisal optimis target 100 persen akan tercapai. Saat ini, setiap minggunya pemasangan internet mampu menjangkau sekitar 25-30 desa baru.
"Program ini diluncurkan pada 21 April lalu, dan dalam waktu tiga setengah bulan sudah mencapai 441 desa. Kami yakin target pemasangan di seluruh desa dapat terwujud dalam dua tahun ke depan," ungkap Faisal.
Ke depannya, pemerintah akan terus melakukan evaluasi dan penyesuaian titik-titik pemasangan untuk memastikan pemerataan akses internet, termasuk menambah titik akses di sekolah dan fasilitas pendidikan lainnya.
"Kami berharap dengan adanya internet gratis di desa, dapat memacu pertumbuhan ekonomi digital, meningkatkan kualitas pendidikan, dan mempercepat pelayanan administrasi desa," pungkasnya.