Pretty Crazy: Aksi Cemerlang Tak Cukup Selamatkan Plot yang Dangkal

Film Pretty Crazy, sebuah reuni yang sangat dinantikan antara sutradara Lee Sang-geun dan YoonA Girls’ Generation setelah kesuksesan Exit, ternyata belum mampu memenuhi ekspektasi yang tinggi. Film ini mencoba menggabungkan berbagai genre seperti komedi, misteri, romansa, keluarga, dan sedikit sentuhan okultisme, sebuah pendekatan yang berisiko.

Sayangnya, perpaduan genre ini kurang seimbang. Penceritaan dan naskah menjadi titik lemah utama. Romansa antara Seon-ji (YoonA) dan Gil-gu (Ahn Bo-hyun) terasa kurang kuat dan tidak konsisten, muncul di awal, menghilang di tengah, dan baru kembali di akhir, sehingga terasa nanggung. Motivasi Gil-gu untuk melindungi Seon-ji juga kurang tergali, padahal ini adalah inti dari film. Unsur komedi pun terasa kurang maksimal, hanya mengandalkan satu adegan andalan.

Meski demikian, penampilan para aktor patut diacungi jempol. YoonA berhasil menghidupkan dua karakter yang sangat kontras dengan baik, meskipun pengembangan karakternya kurang mendalam. Transformasi karakter Seon-ji lebih bergantung pada perubahan makeup, pakaian, dan sikap, sehingga mengurangi kompleksitas kepribadian roh yang merasukinya. Ahn Bo-hyun juga tampil baik sebagai Gil-gu, mengingatkan pada perannya di Yumi’s Cells.

Sung Dong-il, meski hanya memiliki sedikit waktu layar, berhasil membuat penonton tersentuh dengan perannya sebagai orang tua. Film ini juga menghadirkan sudut pandang dari kedua karakter utama, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemar film romantis.

Pretty Crazy pada akhirnya menyajikan lebih dari sekadar komedi romantis. Film ini menyoroti ketulusan, perjuangan mencari pekerjaan, dan kasih orang tua, meskipun tidak terlalu mendalam. Film ini tetap menjadi hiburan ringan yang menyajikan kejutan dan tawa di saat yang tepat.

Scroll to Top