Rupiah Tertekan Akibat Gejolak Demonstrasi, Level Terendah Sejak Awal Agustus

Rupiah mengalami tekanan terhadap dolar AS di tengah eskalasi demonstrasi di berbagai wilayah Indonesia. Pada hari Jumat, 29 Agustus 2025, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup pada Rp16.485/US$, terdepresiasi sebesar 0,87%. Penurunan ini menjadi yang terdalam sejak 8 April 2025.

Level penutupan ini merupakan posisi terlemah rupiah sejak 1 Agustus 2025, yang juga berada di level Rp16.485/US$.

Gelombang demonstrasi yang berlangsung sejak Senin, 25 Agustus 2025, mencapai puncaknya dengan insiden di Pejompongan, Jakarta Selatan, memicu aksi massa lanjutan di berbagai daerah pada Jumat.

Pemerintah meyakini bahwa tekanan terhadap pasar keuangan bersifat sementara. Pejabat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian berpendapat bahwa pelemahan rupiah lebih disebabkan oleh sentimen sesaat. Stabilitas dipandang krusial bagi investor.

Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas rupiah. Bank sentral berjanji untuk memastikan pergerakan nilai tukar tetap selaras dengan fundamental ekonomi.

Bank Indonesia akan terus memperkuat kebijakan stabilisasi, termasuk intervensi di pasar valuta asing (NDF dan spot), serta transaksi DNDF dan Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Seluruh instrumen moneter akan dioptimalkan, termasuk penguatan strategi operasi moneter pro-pasar.

Scroll to Top