Turki Tutup Wilayah Udara dan Pelabuhan untuk Israel, Eskalasi Konflik Gaza Meningkat

Ankara mengambil langkah tegas dengan menutup wilayah udara dan pelabuhan mereka bagi pesawat dan kapal-kapal Israel. Kebijakan ini merupakan bentuk protes keras terhadap agresi berkelanjutan Israel di Jalur Gaza, yang telah menyebabkan jatuhnya banyak korban jiwa warga Palestina.

Hubungan antara Turki dan Israel telah mencapai titik terendah akibat perang yang berkecamuk di Gaza. Sejak Mei tahun lalu, Turki telah memutuskan hubungan perdagangan langsung dengan Israel sebagai bentuk tekanan.

Pemerintah Turki bersikeras menuntut gencatan senjata permanen dan akses tanpa hambatan bagi bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. Ankara juga menuduh Israel melakukan "genosida" di wilayah kantong Palestina tersebut, sebuah tuduhan yang ditolak mentah-mentah oleh Tel Aviv. Bahkan, Presiden Erdogan secara terbuka membandingkan Perdana Menteri Netanyahu dengan Adolf Hitler.

"Kami telah sepenuhnya menghentikan perdagangan dengan Israel, menutup pelabuhan kami untuk kapal-kapal Israel, dan melarang kapal-kapal Turki memasuki pelabuhan Israel," tegas Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, dalam sidang parlemen yang membahas situasi Gaza.

Fidan menambahkan bahwa Turki tidak akan mengizinkan kapal kontainer yang membawa senjata dan amunisi ke Israel untuk memasuki pelabuhan mereka, dan melarang pesawat Israel memasuki wilayah udara Turki.

Sumber diplomatik Turki mengklarifikasi bahwa penutupan wilayah udara berlaku untuk semua pesawat yang membawa senjata ke Israel dan untuk penerbangan resmi Israel, namun tidak berlaku untuk penerbangan transit komersial. Waktu pemberlakuan pembatasan wilayah udara ini belum diumumkan.

Lebih lanjut, Fidan menyatakan bahwa Turki telah memperoleh persetujuan presiden untuk mengirimkan bantuan melalui udara ke Jalur Gaza. "Pesawat-pesawat kami siap, dan kami siap berangkat begitu Yordania memberikan persetujuan," ujarnya.

Pemerintah Israel belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan Menteri Luar Negeri Turki ini. Perkembangan ini menandai eskalasi signifikan dalam konflik Gaza dan menegaskan posisi tegas Turki dalam mendukung Palestina.

Scroll to Top