Vokalis band NOAH, Ariel, baru-baru ini menyuarakan kegelisahannya mengenai sistem royalti musik dalam sebuah forum resmi di DPR RI. Ariel hadir sebagai representasi dari VISI (Vibrasi Suara Indonesia), sebuah wadah yang menaungi para penyanyi di Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, Ariel menekankan betapa pentingnya memiliki sebuah wadah resmi bagi para musisi untuk menyampaikan keluhan dan masalah yang selama ini menghantui industri musik, terutama yang berkaitan dengan royalti. Ia merasa senang bisa menyampaikan aspirasi para penyanyi secara langsung melalui forum resmi ini.
Selain VISI yang mewakili suara penyanyi, hadir pula AKSI (Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia) yang menyampaikan permasalahan dari sudut pandang pencipta lagu. Dengan demikian, seluruh pihak yang berkepentingan dalam industri musik memiliki kesempatan untuk menyampaikan pandangan mereka secara terbuka.
Menurut Ariel, pertemuan ini merupakan langkah awal untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada. Rencananya, akan ada pertemuan lanjutan yang lebih spesifik, dengan fokus pada penyusunan solusi terkait isu royalti. Tiga perwakilan dari VISI akan dilibatkan dalam perumusan Rancangan Undang-Undang (RUU) Hak Cipta.
Permasalahan pengelolaan royalti musik memang kerap menjadi perdebatan di kalangan musisi. Beberapa isu yang sering muncul antara lain transparansi Lembaga Manajemen Kolektif (LMK), mekanisme distribusi royalti, dan keterlambatan pembayaran.
Kehadiran tokoh publik seperti Ariel NOAH di DPR diharapkan dapat mempercepat proses pencarian solusi yang adil bagi semua pihak yang terlibat dalam industri musik.