Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat bergerak cepat mengirimkan bantuan logistik untuk mendukung penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak yang tengah melanda Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Bantuan berupa 100 hygiene kit, 100 baby kit, dan 5.000 masker dikirimkan langsung dari Gudang Regional PMI di Gresik menuju PMI Kabupaten Sumenep. Prioritas utama bantuan ini adalah keluarga yang memiliki anak terdampak campak dan sedang menjalani perawatan. Diharapkan, bantuan ini dapat meringankan beban kebutuhan dasar serta menjaga ketahanan keluarga selama masa pemulihan.
Selain bantuan logistik, PMI juga mendorong PMI Kabupaten Sumenep untuk memaksimalkan peran relawan dan Palang Merah Remaja (PMR) dalam mendukung program pemerintah. Ini termasuk kampanye imunisasi, deteksi dini, rujukan kasus, serta penyebarluasan informasi terkait pencegahan campak melalui berbagai saluran, baik di masyarakat, sekolah, maupun media sosial.
Tujuan utama dari upaya ini adalah memastikan kesadaran masyarakat akan pentingnya imunisasi bagi anak-anak, pemahaman mengenai gejala campak, dan tindakan cepat mencari layanan kesehatan jika diperlukan.
PMI terus memantau perkembangan situasi dan berupaya menjangkau masyarakat terdampak, khususnya keluarga dengan anak-anak yang dirawat akibat campak, baik di wilayah daratan maupun kepulauan Sumenep. Kolaborasi dengan Dinas Kesehatan, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan tokoh agama menjadi kunci keberhasilan penanganan KLB ini, mengingat tantangan geografis Sumenep yang unik.
Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep menunjukkan adanya 2.139 kasus suspek campak, dengan 205 kasus positif dan 17 kematian. Seluruh 27 kecamatan telah melaporkan kasus, dengan tiga kecamatan yang mencatat kasus terbanyak, yaitu Kota Sumenep, Kalianget, dan Batang-Batang, masing-masing dengan lebih dari 150 kasus suspek.
PMI Kabupaten Sumenep menyatakan kesiapannya untuk mendistribusikan bantuan sesuai arahan.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan menargetkan imunisasi campak bagi sekitar 70 ribu anak di Sumenep dalam waktu dua minggu. Pemerintah telah menyiapkan 11 ribu vial vaksin campak, yang cukup untuk mengimunisasi banyak anak.