Erik ten Hag Terancam Pemecatan Dini di Bayer Leverkusen!

Baru saja ditunjuk sebagai pelatih Bayer Leverkusen, Erik ten Hag kini berada di ujung tanduk. Awal yang buruk di Bundesliga musim 2025/2026, dengan kekalahan 1-2 dari Hoffenheim, semakin memperburuk situasinya. Performa buruk ini seolah melanjutkan tren negatif yang sudah terlihat sejak laga-laga uji coba pramusim.

Manajemen Bayer Leverkusen dilaporkan tidak terkesan dengan kinerja Ten Hag. Lebih dari sekadar kekalahan, mereka menilai tak ada perkembangan signifikan dalam gaya bermain tim. Permainan Leverkusen dianggap tumpul, tanpa intensitas pressing yang efektif, dan serangan balik yang mematikan. Bahkan, muncul isu keretakan di ruang ganti, mengindikasikan kesulitan Ten Hag dalam membangun kekompakan tim.

Kepergian sejumlah pemain kunci di bursa transfer musim panas 2025, termasuk Wirtz, Frimpong, Xhaka, dan Jonathan Tah, juga menjadi pukulan telak. Delapan pemain utama meninggalkan klub, meninggalkan lubang besar yang belum mampu ditambal oleh Ten Hag.

Melihat situasi ini, para petinggi klub mulai mempertimbangkan opsi pemecatan. Keputusan cepat dinilai bisa lebih efektif dilakukan di awal musim, agar Leverkusen tidak semakin terpuruk. Ten Hag dituntut untuk segera memberikan hasil positif jika ingin mempertahankan posisinya.

Menanggapi kekalahan dan tekanan yang menghimpit, Ten Hag menyatakan, "Saya bukan Harry Potter. Kami butuh waktu, kerja keras, dan kami menyadari tekanan yang ada." Pernyataan ini seolah menggambarkan betapa beratnya tantangan yang dihadapi oleh mantan pelatih Ajax Amsterdam tersebut. Masa depan Erik ten Hag di Bayer Leverkusen kini benar-benar dipertaruhkan.

Scroll to Top