Pemerintah Kota Jakarta Barat sedang berupaya keras menanggulangi Kejadian Luar Biasa (KLB) campak yang terjadi di Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng. Langkah utama yang diambil adalah pelaksanaan Outbreak Respon Imunisasi (ORI) secara besar-besaran.
Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto, menjelaskan bahwa imunisasi massal ini merupakan tindakan cepat untuk menghentikan penyebaran penyakit campak. Ia membandingkan penularan campak dengan cacar yang mudah menyebar jika sudah berstatus KLB.
Suku Dinas Kesehatan (Sudin) Jakarta Barat bergerak cepat dengan memperkuat pengawasan (surveilans) kasus campak, memantau secara ketat orang-orang yang kontak erat dengan penderita, dan mengirimkan sampel untuk pemeriksaan laboratorium.
Kepala Sudin Kesehatan Jakarta Barat, Erizon Safari, merinci capaian ORI hingga 28 Agustus 2025. Tercatat, 714 anak usia 9 hingga kurang dari 18 bulan (66.92%), 550 anak usia 18-59 bulan (10.28%), dan 2.932 anak usia 5 hingga kurang dari 7 tahun (93.97%) telah diimunisasi. Totalnya, 4.196 orang (46.47%) sudah mendapatkan imunisasi.
ORI ini akan terus berlangsung hingga 12 September 2025, dengan target 9.030 orang. Tim kesehatan dari Sudin Kesehatan Jakarta Barat, Puskesmas Kecamatan Cengkareng, dan puskesmas pembantu Kelurahan Kapuk diterjunkan. Sebanyak 30 tenaga kesehatan setiap hari dikerahkan untuk melaksanakan imunisasi campak.
Kepala Puskesmas Kecamatan Cengkareng, Sulung Mulia Putra, menambahkan bahwa pihaknya terus memantau pasien campak yang dirawat di rumah sakit. Pasien dengan gejala ringan atau tanpa gejala sudah diperbolehkan pulang, namun tetap mendapat edukasi dan pengawasan dari petugas puskesmas.
Berdasarkan data, terdapat 21 kasus penyakit campak di Kelurahan Kapuk. Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga turut mengambil langkah penanganan, seperti penguatan surveilans, penanganan kasus, pemantauan kontak erat, pengiriman sampel, pelaksanaan ORI, dan imunisasi kejar.
Campak adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dan menyebar melalui percikan ludah saat batuk atau bersin. Tingkat penularannya sangat tinggi, dimana satu kasus positif dapat menularkan ke 17-18 orang.
Erizon Safari mengimbau masyarakat untuk mencegah penularan campak dengan vaksinasi campak rubella sesuai jadwal, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala ruam.