Artis Prilly Latuconsina turut angkat bicara mengenai isu hangat kenaikan tunjangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang menuai kecaman dari masyarakat luas. Melalui unggahan video di Instagram, Prilly mengungkapkan kekecewaan dan rasa malunya terhadap pernyataan sejumlah anggota DPR yang dianggap meremehkan besaran tunjangan tersebut.
"Saya merasa sangat malu ketika mendengar banyak pernyataan dari anggota DPR yang seharusnya menjadi wakil rakyat," ucap Prilly dalam video tersebut. Ia menyoroti sikap meremehkan tunjangan dengan kata "cuma" dan pembenaran atas tunjangan tersebut, seolah protes masyarakat dianggap berlebihan.
Prilly menilai komentar seperti "cuma Rp12 juta" justru memperlihatkan jurang yang lebar antara kehidupan wakil rakyat dengan kondisi masyarakat yang serba kekurangan. Ia menyinggung gaya hidup mewah sebagian anggota DPR yang jauh dari realita rakyat. "Apalagi kalau mempermasalahkan pekerjaan saat naik mobil mewah, rumah bagus, pakai barang branded. Sementara banyak rakyat masih hidup dengan fasilitas minim," tegasnya.
Prilly juga berbagi pengalamannya saat mengunjungi Desa Kuaitai di Nusa Tenggara Timur. Ia menyaksikan langsung bagaimana warga berjuang dengan segala keterbatasan, termasuk anak-anak yang tetap semangat bersekolah meski jalan menuju sekolah rusak akibat bencana. "Guru-guru di sana tetap mengajar, anak-anak tetap jalan kaki ke sekolah melewati jalan rusak dan berbahaya. Mereka tetap bekerja dengan senyum, tidak mengeluh, tidak minta tunjangan besar, padahal jasanya sangat besar bagi bangsa ini," ujarnya dengan nada prihatin.
"Itu yang membuat saya marah melihat pernyataan-pernyataan seperti ‘Iya kan cuma segini,’ ‘Iya kan wajar tunjangan segini.’ Saya merasa sangat malu," lanjut Prilly. Ia menilai wajar jika rakyat marah atas ketidakadilan ini, mengingat uang yang dinikmati para pejabat berasal dari pajak masyarakat. "Jadi, wajar saja kalau rakyat marah karena ketidakadilan ini. Kita bayar pajak, itu uang kita yang dipakai. Wajar kalau terjadi demo besar-besaran," kata Prilly.
Prilly berharap para wakil rakyat lebih bijak dalam memberikan pernyataan dan benar-benar memahami penderitaan rakyat yang mereka wakili. "Semoga suara kami bisa membuka mata mereka bahwa rakyat sudah lelah dengan ketidakadilan. Jangan remehkan suara rakyat, karena semua yang kalian nikmati berasal dari pajak kami," pungkasnya.
Sebelumnya, kritik terhadap lembaga legislatif memang marak di media sosial. Bahkan seruan "Bubarkan DPR!" sempat menjadi tren. Kontroversi seputar gaji dan tunjangan anggota DPR semakin memanas setelah Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir menyampaikan pernyataan yang keliru mengenai kenaikan tunjangan. Meskipun kemudian diklarifikasi dan direvisi, pernyataan tersebut tetap menyulut amarah publik yang merasa angka-angka fantastis tersebut tidak sebanding dengan kondisi ekonomi rakyat saat ini.