Kyiv dikejutkan dengan berita serangan Rusia yang menghantam kapal perang Ukraina. Insiden ini menjadi salah satu serangan langka yang terjadi selama tiga tahun konflik antara kedua negara. Serangan tersebut mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, dengan dua tentara Ukraina dilaporkan tewas dan sejumlah lainnya masih dalam pencarian.
Informasi ini dikonfirmasi oleh juru bicara Angkatan Laut Ukraina. Sementara itu, Rusia sebelumnya mengklaim telah menenggelamkan kapal pengintai Ukraina, Simferopol, di wilayah Sungai Danube. Klaim tersebut menandai salah satu keberhasilan pertama Rusia dalam penggunaan drone angkatan laut.
Pengakuan Ukraina atas serangan ini terbilang jarang terjadi. Kedua negara cenderung tidak terbuka mengenai kerugian militer yang dialami selama konflik. Pihak Ukraina saat ini masih berupaya mencari para tentara yang hilang akibat serangan tersebut, sementara beberapa lainnya dilaporkan mengalami luka-luka. Detail mengenai jenis serangan dan lokasi kejadian masih belum diungkapkan.
Ukraina, dengan kekuatan maritim yang lebih kecil dibandingkan Rusia sebelum invasi tahun 2022, telah berhasil memanfaatkan drone angkatan laut secara efektif dalam perang. Sebaliknya, bagi Rusia, penggunaan drone angkatan laut merupakan inovasi yang relatif baru. Kementerian Pertahanan Rusia telah merilis video yang menunjukkan serangan terhadap kapal perang Ukraina, menampilkan ledakan besar di perairan.
Sebelumnya, serangkaian serangan drone Angkatan Laut Ukraina yang diklaim berhasil telah memaksa Rusia untuk memindahkan armadanya dari wilayah barat Laut Hitam pada awal konflik.