Kabar mengejutkan datang dari Turki! Jose Mourinho resmi mengakhiri masa baktinya sebagai pelatih Fenerbahce, kurang dari setahun setelah penunjukannya. Pemecatan ini dipicu kegagalan tim asal Istanbul itu menembus fase grup Liga Champions.
Langkah Fenerbahce terhenti di tangan Benfica dalam laga yang berlangsung pada hari Rabu (27/8). Hasil pahit ini menjadi alasan utama manajemen klub mengambil keputusan tegas untuk mengakhiri kerjasama dengan pelatih asal Portugal tersebut.
"Tim sepak bola profesional kami telah berpisah dengan Jose Mourinho, yang telah menjabat sebagai pelatih kepala sejak musim 2024/2025. Kami berterima kasih atas usaha yang dilakukannya sejauh ini untuk tim kami serta mendoakan kariernya sukses di masa mendatang," demikian pengumuman resmi dari klub melalui platform X.
Mourinho sebenarnya baru ditunjuk sebagai juru taktik Fenerbahce pada Mei 2024, dengan ikatan kontrak berdurasi dua tahun. Namun, kekalahan di markas Benfica rupanya memperpendek masa jabatannya di Turki.
Menurut laporan media lokal, Spor Arena, hubungan antara Mourinho dan jajaran petinggi Fenerbahce memang sedang tidak harmonis terkait aktivitas transfer pemain musim ini. Mourinho juga sempat mengkritik strategi klub menjelang musim baru.
"Jika Liga Champions sangat penting bagi klub saya, sesuatu harus dilakukan pada bursa transfer Feyenoord dan Benfica. Saya rasa Fenerbahce tidak punya daftar pemain di bursa transfer," ungkap Mourinho sebelum leg kedua play-off melawan Benfica.
Komentar pedas tersebut diyakini menjadi puncak kekesalan para petinggi klub, yang akhirnya memutuskan untuk berpisah dengan pelatih yang dikenal dengan julukan "The Special One" itu.