Kaltim Genjot Pemerataan Internet Desa: Akses Digital untuk Layanan Publik Optimal

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) terus berupaya mewujudkan pemerataan akses internet di seluruh desa melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Program unggulan Gratispol, khususnya Wifi Gratis, menjadi kunci dalam inisiatif ini.

Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal, mengungkapkan target ambisius untuk menghubungkan 841 desa di Kaltim dengan jaringan internet. "Target kita adalah seluruh desa di Kaltim memiliki akses internet," tegasnya.

Tahap awal program ini akan difokuskan pada pemasangan internet di satu titik strategis di setiap desa, dengan prioritas utama pada kantor desa sebagai pusat pelayanan publik. Biaya operasional internet ini akan ditanggung selama lima tahun ke depan.

Jaringan internet yang disiapkan memiliki kapasitas hingga 100 Mbps, memungkinkan pemanfaatannya oleh fasilitas umum lain seperti sekolah dan puskesmas di sekitar kantor desa. Saat ini, 441 desa telah terhubung, sementara 400 desa lainnya masih dalam proses pemasangan. Artinya, sekitar 48% desa masih menunggu giliran.

Dalam implementasinya, Pemprov Kaltim bekerja sama dengan empat provider ternama: Telkom, Telkomsel, Iconplus, dan Comtelindo. Pemasangan fiber optik menjadi prioritas utama. Namun, jika menemui kendala, alternatifnya adalah menggunakan sistem wireless dengan menara BTS (Base Transceiver Station). Jalur satelit menjadi opsi terakhir jika kedua cara sebelumnya tidak memungkinkan.

Salah satu tantangan utama dalam pemasangan jaringan internet adalah ketersediaan listrik. Untuk mengatasi hal ini, Pemprov Kaltim berencana menyediakan panel surya untuk memenuhi kebutuhan listrik.

Dukungan anggaran yang signifikan juga telah dialokasikan melalui APBD murni sebesar Rp12 miliar, ditambah Rp1,5 miliar dari APBD perubahan. "Anggaran ini cukup untuk meng-cover seluruh pemasangan jaringan internet di desa," jelas Faisal.

Target utama program ini adalah pemerataan akses digital untuk mendukung pelayanan publik di tingkat desa, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta mendorong aktivitas ekonomi masyarakat. Kehadiran internet juga diharapkan dapat memperkuat sistem pemerintahan berbasis digital.

Dengan program ini, Pemprov Kaltim berkomitmen untuk memperluas akses teknologi informasi hingga ke pelosok. "Harapannya fasilitas ini bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dan meningkatkan kualitas pelayanan publik," pungkas Faisal.

Scroll to Top