Denpasar mencatat peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang mengkhawatirkan. Hingga Juli 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) Denpasar melaporkan 1.195 kasus DBD, sayangnya tujuh pasien meninggal dunia. Kecamatan Denpasar Barat menjadi wilayah dengan angka kasus tertinggi, mencapai 367 kasus.
Kepala Dinkes Denpasar, Anak Agung Ayu Agung Candrawati, menjelaskan bahwa kepadatan penduduk yang tinggi, keberadaan area kumuh, serta sanitasi lingkungan yang kurang memadai menjadi faktor utama penyebab tingginya kasus di wilayah tersebut.
Lonjakan kasus DBD mulai terasa sejak Januari 2025, mencapai puncaknya pada Februari. Perubahan iklim yang menyebabkan curah hujan tidak stabil diperkirakan menjadi salah satu pemicunya.
Gejala umum DBD meliputi demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, ruam kulit, mual, muntah, dan rasa lelah berlebihan.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Terkena DBD?
Langkah awal yang perlu diambil jika merasakan gejala DBD adalah istirahat total (bedrest), kompres hangat untuk menurunkan demam, mengonsumsi obat penurun demam jika suhu tubuh tinggi, dan minum air minimal 2 liter setiap hari.
Jika dalam 2-3 hari kondisi memburuk, seperti lemas, muntah, mimisan, segera mencari pertolongan medis di rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat.
Upaya Dinkes Denpasar Menekan Kasus DBD
Dinkes Denpasar telah melakukan berbagai upaya untuk menekan penyebaran DBD, antara lain:
- Intensifikasi penyuluhan (KIE) kepada masyarakat tentang DBD.
- Penyelidikan epidemiologi terhadap kasus jangkitan dan kematian akibat DBD.
- Fogging fokus hingga fogging massal ULV di jalan-jalan utama Denpasar.
- Penyediaan fasilitas laboratorium di setiap Puskesmas untuk mempercepat diagnosis DBD.
Peran Masyarakat Sangat Penting
Masyarakat juga memiliki peran penting dalam pencegahan DBD di tingkat rumah tangga. Tingkatkan peran aktif juru pemantau jentik (jumantik) mandiri di setiap rumah. Setiap keluarga diharapkan memiliki satu orang yang bertugas memantau keberadaan jentik nyamuk.
Mari bersama-sama melakukan Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (Gertak PSN) dan menjaga kebersihan lingkungan. Kenali gejala DBD dan cara pencegahannya. Dengan kerjasama semua pihak, kita bisa menekan angka kasus DBD di Denpasar.