Makassar – Suasana duka menyelimuti DPRD Makassar setelah aksi pembakaran oleh kelompok tak dikenal pada Jumat (29/8) lalu. Insiden tragis ini menelan tiga korban jiwa, termasuk staf humas DPRD Makassar, Muh Akbar Basri atau akrab disapa Abay.
Rumah duka Abay di Jalan Balang Baru 2 dipenuhi pelayat yang berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa. Karangan bunga dari berbagai kalangan, termasuk pejabat Pemkot Makassar, turut menghiasi area rumah duka.
Abay dikabarkan meninggal dunia saat berusaha menyelamatkan diri dari kobaran api yang melalap kantor DPRD Makassar. Saat kejadian, rapat paripurna tengah berlangsung.
"Abay ditemukan tak bernyawa di lantai 2, ruang staf humas DPRD," ungkap Muh Triadi Danial, rekan korban.
Menurut Triadi, Abay sempat turun menyelamatkan diri. Namun, ia kembali masuk ke dalam gedung untuk menolong rekannya, Sarinawati, yang terjebak api. Sayangnya, Sarinawati juga ditemukan meninggal dunia. Korban lainnya adalah Syaiful, seorang ajudan.
BPBD Makassar mencatat, selain tiga korban meninggal, dua orang mengalami luka berat dan tiga lainnya luka sedang.
"Benar, total ada tiga korban meninggal, dua luka berat, dan tiga luka sedang," kata Kepala BPBD Makassar, M Fadli.
Kejadian bermula saat sekelompok orang tak dikenal melakukan perusakan dan membakar sejumlah kendaraan di depan kantor DPRD. Aksi anarkis ini terjadi saat anggota dewan tengah menggelar rapat paripurna bersama pimpinan Pemerintah Kota Makassar.
Akibatnya, seluruh bangunan kantor DPRD Makassar mengalami kerusakan parah akibat dilalap api.