Jakarta – Kabar duka datang dari Yaman. Perdana Menteri pemerintahan Houthi, Ahmed Ghaleb Nasser Al-Rahawi, dilaporkan meninggal dunia akibat serangan udara yang dilancarkan Israel di wilayah Sanaa pada awal pekan ini.
Kabar wafatnya Al-Rahawi diumumkan secara resmi oleh pihak milisi Houthi pada hari ini. Serangan yang menargetkan Sanaa tersebut juga menyebabkan sejumlah pejabat tinggi lainnya tewas dan terluka.
"Dengan berat hati kami mengumumkan gugurnya pejuang Ahmed Ghaleb Nasser Al-Rahawi… beserta sejumlah rekan menterinya, akibat serangan musuh Israel," demikian pernyataan resmi dari Houthi. Pihak Houthi juga menambahkan bahwa sejumlah pejabat lain mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan medis sejak Kamis sore.
Sebelumnya, militer Israel telah mengkonfirmasi serangan terhadap wilayah Sanaa, ibu kota Yaman yang dikuasai Houthi, pada Kamis lalu. Mereka menyatakan bahwa serangan tersebut menargetkan "target militer rezim teroris Houthi".
Yaman sendiri telah dilanda konflik berkepanjangan sejak tahun 2014, dengan milisi Houthi menguasai sebagian besar wilayahnya.
Sebagai bentuk solidaritas terhadap perjuangan Palestina, milisi Houthi di Yaman dan Hizbullah di Lebanon secara konsisten meluncurkan roket ke wilayah Israel sejak agresi Israel ke Jalur Gaza dimulai pada Oktober 2023. Selain itu, Houthi juga berulang kali menyerang kapal-kapal komersial yang terkait dengan Israel di perairan Laut Merah.
Situasi kemanusiaan di Gaza sendiri semakin memprihatinkan. Lebih dari 18.000 anak-anak Palestina telah menjadi korban jiwa akibat konflik ini. Blokade yang diterapkan Israel terhadap perlintasan Gaza telah menyebabkan kekurangan bantuan yang parah, memicu kelaparan dan krisis kemanusiaan yang mendalam.
PBB dan berbagai organisasi kemanusiaan telah menyerukan gencatan senjata permanen untuk memungkinkan pengiriman bantuan dan pemulihan bagi warga Gaza yang terdampak konflik.