Inflasi Agustus 2025 Diprediksi Mereda, Harga Pangan dan BBM Non-Subsidi Jadi Penentu

Jakarta – Kabar baik untuk dompet kita! Inflasi di Indonesia diperkirakan akan melambat pada Agustus 2025. Penurunan harga beberapa kebutuhan pokok dan BBM non-subsidi menjadi faktor utama pendorongnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan merilis data inflasi Agustus 2025 pada Senin, 1 September 2025.

Dari konsensus yang dikumpulkan dari 10 institusi, diproyeksikan Indeks Harga Konsumen (IHK) akan mengalami kenaikan tipis, yaitu 0,09% secara bulanan (mtm). Sementara itu, secara tahunan (yoy), inflasi diperkirakan berada di angka 2,49%. Inflasi inti diprediksi mencapai 2,3% (yoy).

Perlu diingat, pada Juli 2025 lalu, inflasi sempat melonjak hingga 0,30% (mtm) dan 2,37% (yoy), dengan inflasi inti mencapai 2,37%. Ini berarti, secara bulanan ada potensi penurunan laju inflasi, meski secara tahunan diperkirakan masih sedikit meningkat.

Ekonom dari Bank Mandiri mengungkapkan bahwa meredanya tekanan inflasi Agustus 2025 disebabkan oleh penurunan harga beberapa jenis pangan dan stabilnya biaya pendidikan setelah kenaikan musiman di bulan sebelumnya.

Beberapa komoditas bahkan mengalami deflasi, seperti daging ayam yang turun 0,9% (mtm) dan cabai rawit yang anjlok 16,7% (mtm). Namun, harga beras dan telur ayam masih terpantau mengalami kenaikan tipis, masing-masing sebesar 0,7% (mtm) dan 0,2% (mtm).

Selain itu, penurunan harga beberapa jenis BBM non-subsidi juga turut berkontribusi dalam menekan laju inflasi.

Penyesuaian harga BBM non-subsidi oleh beberapa perusahaan seperti Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo Energy Indonesia, yang berlaku sejak 1 Agustus 2025, juga memberikan dampak. Contohnya, Pertamina menurunkan harga Pertamax (RON 92) di DKI Jakarta menjadi Rp12.200 per liter dari sebelumnya Rp12.500 per liter.

Namun, perlu diperhatikan bahwa harga BBM jenis solar seperti Dexlite dan Pertamina Dex justru mengalami kenaikan.

Data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPSN) juga menunjukkan adanya kenaikan harga beras dan minyak goreng. Harga beras naik 0,7% menjadi Rp 15.940/kg, harga telur naik tipis 0,04% menjadi Rp 30.251/kg, dan harga minyak goreng naik 0,22% menjadi Rp 20.995/kg.

Sebaliknya, harga bawang putih turun 1,91% menjadi Rp 40.435/kg dan daging ayam turun 0,7% menjadi Rp 35.830/kg.

Meskipun ada tekanan dari kenaikan harga beberapa komoditas, secara keseluruhan, inflasi Agustus 2025 diprediksi akan lebih terkendali dibandingkan bulan sebelumnya.

Scroll to Top