The Shadow’s Edge: Tony Leung Ka Fai Curi Perhatian dalam Film Laga yang Memukau

Setelah penantian panjang, genre film martial arts kembali hadir dengan The Shadow’s Edge, yang menampilkan sosok antagonis yang sangat menarik perhatian, diperankan oleh Tony Leung Ka Fai.

Aktor kawakan ini sukses memikat penonton melalui ekspresi wajah, kharisma, dan aksi laga yang memukau sepanjang 2 jam 23 menit durasi film.

The Shadow’s Edge mengisahkan tentang kelompok anak muda yang ahli dalam mencuri crypto, dilatih oleh Fu Long-Sheng alias The Shadow (Leung Ka-fai). Mereka mahir dalam bela diri, penyamaran, dan menguasai teknologi canggih untuk mengelabui sistem pemantauan Sky-Eye milik polisi di Macau.

Polisi yang kebingungan mencari jejak pelaku, meminta bantuan Huang De Zhong (Jackie Chan), seorang pensiunan polisi yang ahli dalam penyamaran dan pengintaian.

De Zhong melatih sekelompok polisi muda untuk mengandalkan panca indra, pengamatan, dan intuisi, daripada hanya bergantung pada teknologi.

Premis film ini sederhana, mengingatkan pada film heist Ocean’s Eleven. Jika film itu punya George Clooney, The Shadow’s Edge punya Tony Leung Ka-Fai yang menjadi pusat dari semua aksi pengejaran.

Leung Ka-Fai bukan hanya cerdas dalam membaca situasi dan menyusun strategi, tetapi juga ahli bela diri jarak dekat yang mematikan dengan pisau. Adegan aksinya melawan gangster dengan hanya menggunakan pisau sungguh memukau.

Akting Leung Ka-Fai sangat bersinar, bahkan dalam adegan yang kejam atau gila, ia tampil dengan sempurna. Hanya dengan diam atau gerakan mata sederhana, ia mampu menciptakan ketegangan, menghadirkan sosok villain yang nyaris sempurna.

Jackie Chan juga tampil memukau sebagai Huang De Zhong, dengan karakter yang lihai namun jenaka, mengingatkan kita pada era keemasannya. Aktris muda Zhang Zifeng, sebagai He Qiu Gou, juga berhasil mengimbangi kedua aktor senior tersebut.

Sutradara laga Su Hang patut dipuji atas adegan-adegan segar, mulai dari parkour, skydiving dari menara Macau, hingga pertarungan hidup mati antara Jackie Chan dan Leung Ka-fai sebagai puncak film.

Film ini menunjukkan bahwa film martial arts China masih memiliki tempat di layar lebar, asalkan didukung dengan skrip dan akting yang berkualitas.

Meskipun demikian, The Shadow’s Edge memiliki kekurangan. Banyak informasi yang harus dicerna sejak awal film, sehingga penonton mungkin merasa kebingungan di beberapa bagian.

Film ini mencoba menggabungkan terlalu banyak plot: masalah manusia versus teknologi, hubungan emosional He Qiu Guo-Huang De Zhong, dan relasi Fu Long-Sheng dengan anak-anak asuhnya. Alur cerita yang padat dan ritme cepat membuat terasa terlalu banyak informasi yang harus ditelan.

Selain itu, penjelasan mengapa pencuri yang membutuhkan uang bisa menguasai teknologi secanggih itu terasa kurang.

Namun, The Shadow’s Edge tetap layak mendapatkan bintang empat (plus) dari skala lima, dengan kontribusi terbesar dari kepiawaian Tony Leung Ka Fai.

Scroll to Top