Gelombang Protes Ancam Pasar Saham, IHSG Terjun Bebas!

Indonesia sedang menghadapi situasi genting. Gelombang demonstrasi melanda berbagai daerah, mengungkapkan kekecewaan publik yang mendalam. Aksi unjuk rasa, yang dimulai sejak Senin, 25 Agustus 2025, awalnya dipicu oleh tuntutan buruh. Namun, eskalasi terjadi setelah seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, tewas terlindas kendaraan taktis Brimob di Bendungan Hilir, Jakarta, pada Kamis lalu. Insiden tragis ini terekam dan memicu kemarahan masyarakat, menyulut aksi demonstrasi di berbagai wilayah.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku pasar. Gejolak aksi massa dapat memberikan dampak negatif pada perekonomian Indonesia di bulan atau kuartal mendatang.

Ketika situasi memanas pada Kamis dan Jumat, saham-saham, terutama yang berkapitalisasi besar (big cap), mengalami penurunan tajam. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang sempat mencetak rekor baru, langsung anjlok.

Beberapa saham konglomerat besar juga terkena imbas dari gejolak ini. Pada penutupan perdagangan Jumat lalu, hanya tiga saham konglomerat yang mencatatkan penguatan, yaitu PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), dan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI).

Namun, dalam sepekan terakhir, terdapat tiga saham konglomerat yang masih mampu mencatatkan kenaikan, salah satunya adalah DSSA, yang melonjak 25,85% sepanjang minggu ini.

Aksi demonstrasi, yang terpusat di depan gedung DPR/MPR, Markas Brimob, Polda Metro Jaya, kantor polisi daerah, dan gedung perwakilan rakyat di daerah, merupakan bagian dari proses politik di negara demokrasi. Masyarakat menyampaikan pendapat mereka melalui demonstrasi.

Namun, jika gejolak ini tidak segera diredam oleh pemerintah, dampaknya akan sangat negatif terhadap pasar keuangan, termasuk pasar saham. Ketidakpastian yang meningkat berpotensi menggerus pasar saham Indonesia, karena investor semakin enggan untuk berinvestasi di tengah situasi yang tidak stabil. Jika aksi demonstrasi terus memanas, bukan tidak mungkin IHSG akan terus tertekan jika pemerintah tidak segera mengambil langkah-langkah penanganan yang efektif.

Scroll to Top