Minggu ini, mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tampak jarang tampil di hadapan publik. Hal ini memicu spekulasi liar di media sosial, mulai dari pertanyaan tentang keberadaannya hingga isu yang lebih serius tentang kondisi kesehatannya.
Kabar terakhir tentang Trump muncul setelah rapat kabinet hari Selasa lalu. Ketidakhadirannya dalam agenda publik di akhir pekan panjang Hari Buruh semakin menambah misteri. Pertanyaan pun bermunculan: di mana Trump? Siapa yang sebenarnya memimpin negara saat ini?
Memastikan Kabar Buruk Tidak Benar
Kabar tentang kondisi Trump yang memburuk dipastikan tidak benar. Ia terlihat aktif di platform media sosial Truth Social, membela kebijakan tarif yang sebelumnya dibatalkan oleh pengadilan banding federal. Trump meyakinkan para pendukungnya bahwa kebijakan tersebut masih berlaku dan sangat penting untuk kekuatan finansial negara.
Bermain Golf Bersama Keluarga
Trump akhirnya menampakkan diri setelah rumor kematiannya ramai diperbincangkan. Ia terlihat memasuki iring-iringan mobil bersama cucu-cucunya di Gedung Putih, bersiap untuk bermain golf bersama keluarga. Momen ini menjadi bukti bahwa Trump dalam keadaan baik dan sehat.
Trump terlihat mengenakan pakaian kasual berupa polo shirt putih, celana hitam, dan topi merah bertuliskan slogan kampanyenya. Iring-iringan mobil presiden tiba di lapangan golf Trump National di Sterling, Virginia, tak lama setelah pukul 9 pagi waktu setempat.
Kehadiran Trump di depan publik ini sekaligus menepis kabar tidak sedap yang sempat menjadi trending topic di media sosial X.
Ucapan J.D. Vance Memicu Kekhawatiran
Spekulasi tentang kesehatan Trump bermula dari wawancara J.D. Vance dengan USA Today. Vance, yang disebut-sebut sebagai calon pengganti Trump, berbicara tentang kesiapannya jika terjadi sesuatu pada mantan presiden. Pernyataan ini justru memicu kekhawatiran dan spekulasi yang tidak perlu.
Memar di Tangan Trump
Sebelumnya, foto-foto yang menunjukkan memar di tangan Trump juga sempat menjadi perbincangan. Sekretaris pers Gedung Putih menjelaskan bahwa memar tersebut disebabkan oleh kebiasaan Trump yang sering berjabat tangan. Dokter Gedung Putih menambahkan bahwa memar tersebut konsisten dengan iritasi jaringan lunak akibat sering berjabat tangan dan penggunaan aspirin sebagai bagian dari pencegahan kardiovaskular.
Trump juga didiagnosis dengan insufisiensi vena kronis, namun dokter menyatakan bahwa kondisi tersebut jinak dan umum terjadi pada orang di atas usia 70 tahun. Dokter Gedung Putih menegaskan bahwa Trump tetap dalam kondisi kesehatan yang sangat baik.