Mengapa Israel Enggan Gunakan Nuklir dalam Konflik dengan Iran?

Israel, yang diyakini memiliki sekitar 90 hulu ledak nuklir dan kemampuan untuk memproduksi lebih banyak, tengah menghadapi Iran dalam konflik yang meningkat. Namun, mengapa militer Israel tidak menggunakan senjata nuklir, padahal tujuan perang ini diklaim untuk menetralkan program nuklir Iran?

Menurut berbagai laporan, Israel memiliki cukup plutonium untuk membuat ratusan senjata nuklir. Senjata-senjata ini dapat diluncurkan dari udara menggunakan jet tempur canggih seperti F-15, F-16, dan F-35, dari laut melalui kapal selam kelas Dolphin, serta dari darat menggunakan rudal balistik Jericho.

Lantas, apa yang menghalangi Israel untuk menggunakan senjata nuklir dalam konflik ini? Berikut beberapa alasannya:

1. Bukan Senjata Taktis, Melainkan Strategis

Senjata nuklir Israel dipandang sebagai instrumen strategis yang digunakan sebagai pencegah pamungkas (last resort deterrence), bukan untuk penggunaan taktis di medan perang konvensional.

2. Tekanan Global dan Isolasi Internasional

Penggunaan senjata nuklir akan memicu kecaman keras dari seluruh dunia, termasuk sekutu-sekutu dekat Israel seperti Amerika Serikat dan negara-negara Eropa. Ini dapat mengakibatkan sanksi internasional besar-besaran dan bahkan pemutusan hubungan diplomatik, serta menghancurkan legitimasi moral Israel.

3. Pelanggaran Hukum Humaniter Internasional

Penggunaan senjata nuklir melanggar prinsip proporsionalitas dan diskriminasi dalam hukum humaniter internasional. Dampaknya yang dahsyat dan sulitnya membedakan target militer dan sipil dapat dianggap sebagai kejahatan perang atau kejahatan terhadap kemanusiaan.

4. Risiko Retaliasi dan Perang Regional yang Lebih Luas

Penggunaan bom nuklir berpotensi memicu intervensi dari negara-negara yang memiliki hubungan dekat dengan Iran, seperti Rusia dan China, atau negara-negara Islam lainnya. Ini bahkan dapat membuka pintu bagi Perang Dunia III jika Iran mendapat dukungan militer langsung dari kekuatan besar sebagai pembalasan.

5. Iran Tidak Menggunakan Senjata Pemusnah Massal

Meskipun terlibat konflik dengan Israel, Iran dan sekutunya belum pernah menggunakan senjata pemusnah massal. Jika Israel menggunakan senjata nuklir, tindakan tersebut akan dianggap sebagai respons yang tidak proporsional dan melanggar norma perang.

6. Doktrin Ambiguitas Nuklir Israel

Israel tidak pernah secara resmi mengakui atau menyangkal kepemilikan senjata nuklir. Penggunaan senjata nuklir akan memaksa Israel untuk mengakui keberadaannya, mengakhiri kebijakan ambiguitas nuklir yang telah dipertahankan sejak lama.

7. Masih Ada Opsi Konvensional yang Kuat

Israel memiliki keunggulan militer konvensional yang signifikan, termasuk jet tempur siluman F-35, rudal Jericho III konvensional, dan sistem pertahanan udara canggih. Israel lebih memilih melumpuhkan Iran melalui operasi presisi dan sabotase.

Scroll to Top