Rayyan Arkan Dikha: Penari Cilik Pacu Jalur Jadi Duta Pariwisata Riau Berkat Viral di TikTok

Pekanbaru – Fenomena Pacu Jalur, tradisi mendayung perahu khas Kuantan Singingi, Riau, semakin dikenal luas berkat viralnya tren "aura farming" di platform TikTok. Dampaknya, seorang penari cilik Pacu Jalur bernama Rayyan Arkan Dikha didaulat menjadi Duta Pariwisata oleh Gubernur Riau, Abdul Wahid.

Gubernur Wahid mengungkapkan kebanggaannya atas peran serta Dikha dan anak-anak penari lainnya dalam mempromosikan Pacu Jalur, yang sebelumnya kurang dikenal secara luas. Era digitalisasi memungkinkan tradisi ini menjangkau audiens yang lebih besar, terutama melalui tren "aura farming" yang populer di media sosial.

Pemerintah Provinsi Riau berkomitmen untuk mendukung penuh penyelenggaraan Pacu Jalur, termasuk mempersiapkan infrastruktur yang memadai untuk acara tersebut dan meningkatkan fasilitas bagi penonton di Tepian Narosa, Taluk Kuantan. Gubernur Wahid menekankan pentingnya pengelolaan budaya yang baik dan persiapan infrastruktur pariwisata untuk memastikan kelestarian budaya dan menarik wisatawan agar kembali berkunjung ke Riau.

Pacu Jalur sendiri telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional. Menteri Kebudayaan menegaskan bahwa tradisi ini merupakan bagian dari kekayaan budaya Indonesia. Beliau juga mengapresiasi tarian ekspresif dan atraktif yang ditampilkan oleh para anggota tim Pacu Jalur saat perahu melaju.

Menteri Kebudayaan juga menyoroti pentingnya promosi kekayaan budaya Nusantara melalui berbagai platform, termasuk media sosial. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk melestarikan dan mengembangkan budaya Indonesia di era digital.

Scroll to Top