Madrid secara mengejutkan membatalkan rencana pembelian jet tempur siluman F-35 Lightning II dari Amerika Serikat. Negara anggota NATO dan Uni Eropa ini belum memberikan penjelasan resmi mengenai alasan pembatalan tersebut.
Menurut laporan, kontrak awal untuk pengadaan jet tempur generasi kelima tersebut ditunda tanpa batas waktu. Pemerintah Spanyol kini dikabarkan akan mencari alternatif jet tempur buatan Eropa.
Kementerian Pertahanan Spanyol mengindikasikan bahwa opsi yang dipertimbangkan meliputi Eurofighter yang sudah ada dan Future Combat Air System (FCAS) yang masih dalam pengembangan. Meski enggan memberikan rincian lebih lanjut, laporan menyebutkan bahwa keputusan ini diambil untuk memprioritaskan investasi di industri pertahanan Eropa.
Keputusan ini diperkirakan akan berdampak pada kemampuan angkatan bersenjata Spanyol, termasuk hilangnya opsi teknologi tercanggih sebagai jembatan menuju FCAS yang direncanakan beroperasi pada tahun 2040. Selain itu, kapal induk Angkatan Laut Spanyol Juan Carlos I berpotensi mengalami "kerugian strategis" karena armada jet Harrier yang dioperasikan dari kapal tersebut akan pensiun sekitar tahun 2030, menyisakan helikopter sebagai satu-satunya aset udara yang beroperasi dari kapal tersebut.
Pihak Lockheed Martin, produsen F-35, menanggapi bahwa penjualan militer asing adalah transaksi antar pemerintah, dan menyerahkan masalah ini kepada pemerintah AS dan Spanyol.
Pembatalan ini menjadi kemunduran bagi Lockheed Martin, mengingat Spanyol telah menyampaikan permintaan informasi (request for information) terkait F-35 sejak tahun 2017.
Dalam anggaran tahun 2023, Spanyol mengalokasikan dana awal sebesar €6,25 miliar untuk mengganti pesawat Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Angkatan Laut Spanyol berencana untuk mempensiunkan pesawat tempur Harrier AV8B pada tahun 2030 dan awalnya menyatakan minatnya untuk menggantinya dengan F-35B. Sementara itu, Angkatan Udara Spanyol mempertimbangkan F-35A sebagai solusi sementara untuk menggantikan McDonnell Douglas F/A-18 Hornet sembari menunggu kehadiran FCAS.
Keputusan ini juga berpotensi meningkatkan ketegangan antara Spanyol dan Amerika Serikat, mengingat Perdana Menteri Pedro Sánchez sebelumnya mengkritik target belanja pertahanan NATO yang didorong oleh mantan Presiden AS Donald Trump.