KAIRO – Di tengah gempuran militer Israel yang terus berlanjut di Kota Gaza, Mesir dan Qatar meningkatkan tekanan internasional untuk mencapai gencatan senjata. Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty, dalam konferensi pers bersama mitranya dari Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, di el-Alamein, menegaskan upaya "tanpa henti" untuk menghentikan "genosida" di Gaza.
Abdelatty menekankan pentingnya menghentikan kelaparan yang disengaja dan sistematis di Jalur Gaza, dengan menyebutnya sebagai "senjata dan hukuman kolektif." Dia juga dengan tegas menolak penggusuran warga Palestina dengan alasan apapun.
Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Qatar, menyerukan tanggung jawab internasional untuk mengakhiri kelaparan dan perang di Gaza, menggambarkan situasi di sana sebagai "memalukan." Ia menyayangkan kurangnya tindakan nyata dari komunitas internasional.
Sementara itu, para pakar hak asasi manusia PBB menyuarakan keprihatinan mendalam atas laporan "penghilangan paksa" warga Palestina yang mencari makanan di lokasi distribusi bantuan. Mereka mendesak Israel untuk menghentikan "kejahatan keji" tersebut. Para pakar independen menerima laporan tentang sejumlah individu, termasuk seorang anak, yang "dihilangkan secara paksa" setelah mengunjungi lokasi distribusi bantuan di Rafah, dengan dugaan keterlibatan militer Israel.