BOGOR, KOMPAS.TV – Kepolisian Resor (Polres) Bogor berhasil mengungkap dan menggagalkan upaya mobilisasi pelajar dari Kabupaten Bogor menuju Jakarta untuk mengikuti aksi demonstrasi. Pengungkapan ini bermula dari penyekatan yang dilakukan aparat kepolisian terhadap sejumlah pelajar.
Dalam penyekatan tersebut, polisi menemukan sebuah grup WhatsApp yang digunakan untuk mengkoordinasikan keberangkatan para pelajar ke Jakarta. Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto mengungkapkan bahwa grup WhatsApp tersebut beranggotakan 457 orang.
"Kami berhasil mencegah dan mengamankan upaya mobilisasi pelajar ke Jakarta," ujar AKBP Wikha.
Dari ratusan anggota grup, sebanyak 197 pelajar berhasil diamankan dalam penyekatan yang dilakukan di berbagai lokasi di Kabupaten Bogor. Polisi juga telah mengidentifikasi tiga orang yang berperan sebagai admin grup WhatsApp tersebut. Saat ini, ketiga admin tersebut sedang menjalani pemeriksaan intensif.
"Dari percakapan di grup, terlihat adanya ajakan dan koordinasi yang terstruktur," jelas Kapolres.
Terungkap pula bahwa admin grup meminta setiap anggota, yang sebagian besar adalah siswa SMK, untuk menyetor uang sebesar Rp 10.000. Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk membeli cat dan cat semprot.
"Diduga mereka berencana melakukan aksi vandalisme di wilayah Jakarta," pungkasnya.