Kaltim Genjot Program Internet Gratis: Lebih dari Separuh Desa Terhubung di 2025

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus memacu program penyediaan internet gratis bagi desa-desa di seluruh wilayahnya. Hingga akhir Agustus 2025, program ini telah mencapai progres signifikan, dengan 52% atau 441 dari total 841 desa se-Kaltim telah terhubung.

Target ambisius ditetapkan, yakni mencapai 700 desa terlayani internet gratis pada akhir tahun 2025. Program ini diharapkan rampung sepenuhnya pada tahun anggaran 2026.

Kepala Dinas Kominfo Kaltim, HM Faisal, menjelaskan bahwa realisasi program berjalan sesuai rencana setelah melalui proses administrasi pada bulan Mei. Empat vendor telekomunikasi ternama, yakni PT Telkom, PT Telkomsel, PT ICON+, dan PT Comtelindo, dilibatkan dalam proyek ini.

Penyediaan jaringan internet menggunakan berbagai teknologi, mulai dari fiber optic, satelit, hingga wireless, disesuaikan dengan kondisi geografis masing-masing desa.

Fokus awal program ini adalah menyediakan akses internet di kantor-kantor pemerintahan desa untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat. Namun, seiring waktu, titik akses internet dapat diperluas ke fasilitas publik lainnya seperti puskesmas dan sekolah, berdasarkan kebutuhan masing-masing desa.

Pemprov Kaltim tidak hanya membiayai pemasangan jaringan, tetapi juga menanggung biaya berlangganan bulanan internet di kantor-kantor desa, dengan rata-rata Rp1,1 juta – Rp1,2 juta per bulan.

Distribusi layanan internet gratis ini tersebar di tujuh kabupaten se-Kaltim, dengan jumlah desa terbanyak terhubung di Kutai Kartanegara (117 desa), disusul Paser (90), Kutai Timur (85), Kutai Barat (64), Berau (58), Penajam Paser Utara (25), dan Mahakam Ulu (4).

Salah satu vendor, PT Comtelindo, mengakui tantangan di lapangan seperti jarak antar desa yang jauh, keterbatasan listrik, dan kondisi jalan yang sulit. Bahkan, kabel yang sudah terpasang pun kerap dirusak oleh hewan pengerat. Meski demikian, vendor terus berupaya memaksimalkan kinerja dan berkoordinasi dengan perangkat desa untuk memastikan jaringan berfungsi dengan baik.

Scroll to Top