Istanbul – Kiprah Jose Mourinho bersama Fenerbahce berakhir lebih cepat dari perkiraan. Kegagalan klub asal Turki tersebut menembus Liga Champions menjadi pemicu utama perpisahan ini.
Langkah Fenerbahce di Liga Champions terhenti di babak playoff usai takluk dari Benfica dengan agregat 1-0. Hasil ini memaksa mereka turun kasta ke Liga Europa, menghilangkan potensi pendapatan signifikan dari kompetisi tertinggi Eropa tersebut. Dampaknya, Mourinho memutuskan untuk mengakhiri masa baktinya sebagai pelatih, hanya setahun setelah ditunjuk.
Mourinho meninggalkan Fenerbahce tanpa torehan gelar. Mereka kalah saing dari Galatasaray, sang juara Liga Turki musim lalu, dengan selisih 11 poin. Selain itu, Fenerbahce juga tersingkir di perempat final Piala Turki dan babak 16 besar Liga Europa. Padahal, Mourinho diharapkan dapat mengakhiri puasa gelar liga yang telah berlangsung sejak 2014.
Selama satu dekade terakhir, Fenerbahce hanya mampu meraih Piala Turki pada tahun 2023. Mourinho mencatatkan 37 kemenangan dari 62 pertandingan yang dipimpinnya, dengan persentase kemenangan mencapai 59,7%.
Di Liga Turki musim ini, Mourinho baru mendampingi tim dalam dua pertandingan, menghasilkan empat poin.
"Kami berterima kasih atas dedikasi dan kerja kerasnya selama ini dan berharap yang terbaik untuk masa depannya," demikian pernyataan resmi dari klub.
Hingga saat ini, belum ada informasi mengenai pengganti Mourinho. Fenerbahce dijadwalkan akan bertandang ke markas Genclerbirligi dalam lanjutan Liga Super Turki akhir pekan ini.