Kyiv Dihantam Serangan Dahsyat Rusia, Puluhan Warga Sipil Tewas

KYIV – Ibu Kota Ukraina, Kyiv, dan sejumlah wilayah lain menjadi sasaran serangan masif drone dan rudal yang dilancarkan pasukan Rusia pada Kamis dini hari. Serangan brutal ini mengakibatkan 21 nyawa melayang, termasuk tiga anak-anak, serta 38 orang lainnya mengalami luka-luka.

Otoritas Ukraina melaporkan bahwa beberapa bangunan tempat tinggal dan infrastruktur sipil di tujuh distrik Kyiv mengalami kerusakan parah akibat serangan tersebut.

Kantor Dewan Inggris dan Uni Eropa di Kyiv juga tak luput dari kerusakan. Insiden ini memicu reaksi keras dari Inggris dan Uni Eropa, yang memanggil perwakilan Rusia untuk menyampaikan protes.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengecam keras serangan terbaru Rusia. Ia menegaskan bahwa tindakan Moskow ini menunjukkan penolakan terhadap diplomasi, di tengah upaya Presiden AS Donald Trump untuk mencari solusi damai bagi konflik ini.

"Rusia memilih jalan kekerasan, bukan perundingan," tegas Zelensky melalui platform X, menyerukan sanksi yang lebih ketat terhadap Rusia. "Rusia memilih untuk terus menebar kematian, bukan mengakhiri perang."

Pemerintah Kota Kyiv mencatat sedikitnya 38 orang terluka dalam serangan ini. Tim penyelamat terus berupaya mencari dan mengevakuasi korban, memadamkan api, serta membersihkan puing-puing bangunan yang hancur.

Langit Kyiv diterangi oleh ledakan dahsyat saat sirene peringatan serangan udara meraung selama lebih dari sembilan jam. Asap tebal menyelimuti kota saat drone-drone Rusia berterbangan di atas kepala.

Angkatan Udara Ukraina mengklaim berhasil menembak jatuh 563 dari 598 drone dan 26 dari 31 rudal yang diluncurkan Rusia dalam serangan di seluruh negeri. Serangan dilaporkan terjadi di 13 lokasi berbeda, dengan puing-puing berjatuhan di 26 lokasi.

"Pola serangan Rusia ini sangat khas," ujar Tymur Tkachenko, kepala administrasi militer Kyiv. "Serangan gabungan dari berbagai arah, yang secara sistematis menargetkan bangunan tempat tinggal biasa."

Rusia, yang membantah menargetkan warga sipil, mengklaim bahwa serangan terbarunya menyasar lokasi-lokasi militer. Moskow memang meningkatkan serangan udaranya dalam beberapa bulan terakhir di kota-kota Ukraina yang jauh dari garis depan pertempuran.

Banyak bangunan mengalami kerusakan, termasuk sejumlah apartemen bertingkat tinggi. Di distrik Darnytskyi, sebuah bangunan berlantai lima sebagian hancur. Tim penyelamat bergegas mencari warga yang mungkin terjebak di reruntuhan.

Menurut Tkachenko, tim tanggap darurat sedang menangani dampak serangan di lebih dari 20 lokasi berbeda di ibu kota.

Secara terpisah, Kementerian Pertahanan Moskow mengumumkan bahwa sistem pertahanan udara Rusia berhasil mencegat dan menghancurkan 102 pesawat nirawak Ukraina pada Rabu malam hingga Kamis dini hari, yang menargetkan setidaknya tujuh wilayah.

Dalam serangan tersebut, pasukan Ukraina menyerang kilang minyak Afipsky dan Kuybyshevskyi, menurut komandan pasukan drone Ukraina.

Scroll to Top