Presiden Prabowo Subianto menunjukkan rasa belasungkawa mendalam atas meninggalnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online (ojol) yang menjadi korban insiden kendaraan taktis (rantis) Brimob. Prabowo mendatangi langsung rumah duka Affan untuk menyampaikan dukacita kepada keluarga yang ditinggalkan.
Kedatangan Prabowo di rumah duka yang terletak di Jalan Blora, Jakarta Pusat, pada pukul 21.50 WIB, menjadi bukti perhatian pemerintah terhadap kasus ini. Prabowo, mengenakan peci hitam, terlihat menyalami para pelayat yang hadir di lokasi.
Dalam kunjungannya, Prabowo didampingi sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Seskab Teddy Indra Wijaya.
Affan tewas setelah terlibat kecelakaan dengan rantis Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada malam sebelumnya. Kejadian bermula ketika rantis tersebut menabrak Affan, dan tragisnya, kendaraan itu kembali melaju dan melindas tubuh Affan yang sudah tergeletak.
Kepergian Affan menjadi pukulan berat bagi keluarga, mengingat almarhum merupakan tulang punggung keluarga. Menurut keterangan rekan-rekannya, saat kejadian, Affan sedang dalam perjalanan mengantarkan pesanan makanan.
Presiden Prabowo Subianto sendiri telah mengungkapkan kekecewaannya atas tindakan anggota Brimob yang menyebabkan hilangnya nyawa Affan. Ia menegaskan agar kasus ini diinvestigasi secara menyeluruh dan pelaku diberikan sanksi yang setimpal.
Sebagai tindak lanjut, Propam Polri menyatakan bahwa tujuh anggota Brimob yang berada di dalam rantis saat kejadian terbukti melakukan pelanggaran kode etik. Mereka telah ditahan dan menjalani penempatan khusus (dipatsus).