Sekitar 70 juta tahun silam, di wilayah yang kini menjadi Patagonia selatan, Argentina, hiduplah seekor buaya purba yang mengerikan: Kostensuchus atrox. Fosil tengkoraknya yang menakjubkan mengungkap rahasia predator puncak di era dinosaurus tersebut.
Kostensuchus atrox adalah hiperkarnivora, pemakan daging sejati, dengan lebih dari 50 gigi tajam bergerigi. Menurut Diego Pol, seorang paleontolog yang terlibat dalam penemuan ini, giginya sebanding dengan T-Rex: berbentuk kerucut dan setajam pisau. Dengan otot rahang yang kuat, Kostensuchus mampu merobek mangsanya dengan satu gigitan.
Meskipun ukurannya lebih kecil dari buaya modern terbesar, Kostensuchus memiliki kaki yang lebih panjang dan tegak. Ini memungkinkannya bergerak lincah di darat untuk mengejar mangsa, bahkan mungkin dinosaurus.
Penemuan fosil Kostensuchus di Patagonia selatan, dekat Antartika, memberikan wawasan baru tentang kemampuan adaptasi kerabat buaya purba. Mereka ternyata mampu hidup di darat dan bertahan di wilayah lintang tinggi dengan iklim hangat dan lembap pada Zaman Kapur.
Kostensuchus atrox termasuk dalam kelompok crocodyliform dan famili peirosaurid yang telah punah. Meskipun bukan nenek moyang langsung buaya modern seperti aligator, gharial, dan caiman, peirosaurid memiliki gaya hidup yang unik. Banyak dari mereka lebih banyak menghabiskan waktu di darat.
Sayangnya, sebagian besar peirosaurid punah dalam peristiwa kepunahan massal 66 juta tahun lalu, yang juga mengakhiri era dinosaurus non-unggas. Kostensuchus atrox menjadi peirosaurid terbaru yang ditemukan dalam catatan fosil dan fosilnya ditemukan paling jauh di selatan. Fosil ini juga termasuk salah satu yang paling lengkap dan terawetkan dengan baik yang pernah ditemukan.