Andovi da Lopez Geram: Anggota Dewan Hina Rakyat!

Influencer Andovi da Lopez mengungkapkan kekecewaannya atas pernyataan seorang anggota DPR yang dianggap merendahkan rakyat. Pernyataan tersebut muncul terkait wacana pembubaran lembaga legislatif.

"Saya sangat sedih, kita dianggap bodoh, kita dianggap hanya rakyat jelata," ujar Andovi saat berorasi dalam aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI. Ia juga menyayangkan anggapan bahwa aksi demonstrasi selalu ditunggangi dan dibayar.

Andovi menyoroti berbagai permasalahan yang memicu kemarahan publik, salah satunya adalah kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Pati yang menimbulkan protes besar dari warga. Ia mempertanyakan kemudahan para pejabat dalam mengambil keputusan yang menguntungkan kelompok tertentu, sementara kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat, seperti Undang-Undang Perampasan Aset, justru terhambat.

Sebelumnya, anggota Komisi I DPR RI, Ahmad Sahroni, menanggapi aksi demonstrasi dengan menyebut pihak yang menyerukan pembubaran DPR sebagai "orang tolol sedunia". Pernyataan ini menuai kecaman dari berbagai pihak.

Sahroni kemudian mengklarifikasi bahwa ucapannya tidak bermaksud merendahkan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa yang dimaksud "tolol" adalah cara berpikir pihak yang menganggap DPR bisa dibubarkan begitu saja. Ia menekankan bahwa pembubaran DPR justru berpotensi melemahkan sistem demokrasi dan DPR tetap dibutuhkan sebagai pengawas pemerintah. Sahroni meyakini bahwa seruan pembubaran DPR muncul dari pihak-pihak yang belum memahami dinamika kerja lembaga perwakilan rakyat.

Scroll to Top