Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menargetkan seluruh desa di wilayahnya memiliki akses internet pada tahun 2025. Upaya ini dilakukan untuk mewujudkan pemerataan digital dan memajukan desa-desa di Kaltim.
Sebagai bagian dari program unggulan pemerintah provinsi, termasuk Gratispol (Wifi Gratis), inisiatif ini bertujuan menutup kesenjangan digital. Targetnya adalah merampungkan pemasangan internet di 400 desa yang belum terjangkau jaringan hingga tahun 2025.
Menurut Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal, dari total 841 desa di Kaltim, seluruhnya ditargetkan memiliki akses internet. Tahap awal, setiap desa akan dipasangi satu titik internet, dengan prioritas utama di kantor desa sebagai pusat pelayanan publik. Biaya pemasangan dan operasional akan ditanggung pemerintah selama lima tahun ke depan.
Jaringan internet yang disediakan memiliki kapasitas hingga 100 Mbps, diharapkan cakupannya dapat menjangkau fasilitas umum lain di sekitar kantor desa, seperti puskesmas atau sekolah.
Hingga saat ini, 441 desa telah terhubung dengan internet. Sisanya, 400 desa, masih dalam proses pemasangan. Ini berarti sekitar 48 persen desa belum menikmati akses internet.
Diskominfo Kaltim bekerja sama dengan empat provider telekomunikasi besar, yaitu Telkom, Telkomsel, Iconplus, dan Comtelindo, untuk mewujudkan target ini. Prioritas utama adalah penggunaan fiber optik karena kestabilan jaringannya. Namun, jika terkendala, akan digunakan jaringan nirkabel melalui menara Base Transceiver Station (BTS). Sebagai opsi terakhir, akan digunakan jaringan via satelit.
Salah satu kendala yang dihadapi adalah ketersediaan listrik yang tidak merata. Untuk mengantisipasi hal ini, Diskominfo telah menyiapkan panel surya untuk memenuhi kebutuhan listrik.