Sabtu, 30 Agustus 2025, suasana Gedung Putih diwarnai manuver unik Presiden Donald Trump dalam sebuah sidang kabinet yang penuh kejutan. Alih-alih membahas isu substantif, Trump justru memilih melontarkan pujian yang tak lazim, sindiran halus, dan serangan pedas terhadap lawan politiknya.
Salah satu momen paling disorot adalah ketika Trump menyinggung Jaksa Agung Pamela Bondi. Dengan gaya khasnya, Trump menyatakan, "Saya tidak akan pernah memuji dia cantik. Karir politik saya bisa habis." Pernyataan ini langsung memicu berbagai interpretasi di media sosial, menyoroti bagaimana Trump menggunakan pendekatan "karambol" dalam memberikan pujian. Reaksi Bondi sendiri digambarkan canggung, namun tetap profesional.
Selain Bondi, Menteri Luar Negeri Marco Rubio pun tak luput dari perhatian. Meski dipuji setinggi langit atas kinerjanya, Trump menambahkan kalimat yang membuat Rubio merasa campur aduk, seolah mengisyaratkan bahwa posisi tersebut adalah puncak karirnya. Hal ini menimbulkan spekulasi tentang dukungan Trump terhadap ambisi Rubio untuk maju dalam Pilpres 2028.
Di luar pujian dan sindiran, Trump juga tak henti-hentinya menyerang mantan Presiden Joe Biden dan Partai Demokrat. Kota-kota yang dipimpin oleh kepala daerah Demokrat menjadi sasaran intervensi dengan alasan kota-kota tersebut kotor, tidak aman, dan dipenuhi kriminalitas.
Tak hanya itu, Trump juga menunjukkan intervensinya terhadap Bank Sentral Amerika (The Fed) dengan memecat salah satu direktur, Lisa Cook. Alasan pemecatan ini didasarkan pada tuduhan masalah pembelian rumah yang terjadi sebelum Cook menjabat. Tindakan ini semakin memperkuat kesan bahwa Trump ingin campur tangan dalam kebijakan moneter demi mendorong pertumbuhan ekonomi, meski ditentang oleh The Fed yang menjaga independensinya.
Sidang kabinet ini pun menjadi sorotan media Amerika, yang menggambarkan isinya sebagai monolog Trump yang penuh pujian diri, serangan politik, dan manuver kontroversial.