Bursa Efek Indonesia (BEI) mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara (suspensi) perdagangan lima saham emiten menjelang akhir pekan ini. Tindakan ini diambil sebagai respon terhadap peningkatan harga kumulatif yang dinilai signifikan dalam periode waktu singkat.
Kelima emiten yang terkena suspensi adalah PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK), PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM), PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE), PT Link Net Tbk (LINK), dan PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR).
Suspensi ini efektif berlaku mulai sesi I perdagangan pada tanggal 29 Agustus 2025, baik di pasar reguler maupun pasar tunai.
Menurut keterangan resmi dari BEI, suspensi dilakukan dalam rangka cooling down untuk melindungi investor, terutama para pemegang saham kelima emiten tersebut. Tujuannya adalah memberikan waktu yang cukup bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan informasi yang ada sebelum mengambil keputusan investasi.
BEI menghimbau semua pihak yang berkepentingan untuk terus memantau keterbukaan informasi yang disampaikan oleh masing-masing perusahaan.
Sebagai informasi tambahan, saham STRK tercatat melonjak 74,5% dalam sebulan terakhir. Sementara itu, saham SMKM mengalami kenaikan sebesar 88% dalam 30 hari. Lonjakan yang lebih fantastis dialami oleh saham NINE dengan kenaikan 206,9% dalam sebulan. Saham LINK juga tak kalah menarik perhatian dengan kenaikan 119,8% dalam sebulan. Terakhir, saham JARR mencatatkan kenaikan sebesar 205,5% dalam sebulan terakhir.